Bioetanol

Mengolah Sampah Organik Menjadi Bioetanol

Sumber: http://www.sinartani.com/iptek/mengolah-sampah-organik-menjadi-bioetanol-1272881669.htm

Kini sampah organik seperti limbah sayuran dan buah-buahan bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol. Antonious Lulut Iswanto, pengusaha asal Sawangan Depok bisa mengolah sampah-sampah organik yang tak terpakai dari Pasar Induk Kramat Jati menjadi Bioetanol. Harga bioetanol berkadar 50 % sekitar Rp. 5000 per liter. “Melalui usaha ini saya mendapatkan omzet kira-kira 12 juta per bulan,” kata Antonious saat dihubungi Sinar Tani.

Antonious mengatakan awal mula ide mengolah sampah menjadi bioetanol karena melihat banyaknya tumpukan sampah yang sama sekali tidak dimanfaatkan kembali di Pasar Induk Kramat Jati tersebut. “Dari setiap truk yang mengangkut buah, sebanyak 30 % dari isi truk tersebut pasti menjadi sampah. Melihat hal yang mubazir seperti itu, saya dan rekan-rekan saya mencari cara bagaimana mengolah kembali sampah buah ini. Akhirnya kita putuskan untuk mengolahnya menjadi bioetanol karena masih terbilang langka”, jelas Antonious.

Dari uji coba yang dilakukan, dapat dihasikan bioetanol dengan kandungan sekitar 85 %. ”Kami lakukan berkali-kali dengan mesin khusus untuk memproses selulosa menjadi glukosa. Kemudian melalui proses pembakaran dihasilkan bioetanol,” ujarnya.

Antonious mengolah bioetanol tersebut dalam ruangan yang mampu menampung 100 drum plastik yang tertutup rapat. Di dalam drum yang masing-masing berkapasitas 100 liter tersebut berisi cairan fermentasi yang berasal dari sampah. “Saya mengangkut sebanyak 12 drum sampah setiap hari dari pasar induk Kramatjati ke lokasi produksi. Terdiri dari sampah semangka, pepaya, dan jeruk,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru aerobic di Senayan Sport Center ini.

Kemudian Antonious menggiling sampah-sampah itu termasuk kulit buahnya secara terpisah. Setiap sampah buah tidak dicampur dengan sampah yang lain. Misalnya sampah semangka digiling hanya bersama semangka, dan jeruk dengan jeruk. Kemudian cairan hasil penggilingan itu ditempatkan pada drum. Cairan itu akan difermentasi dalam waktu satu minggu. “Setiap drum hanya berisi satu jenis cairan buah,” kata Antonius.

Kemudian Antonious menambahkan 9 keping ragi , 2 sendok makan urea, dan 1 sendok NPK dalam 100 liter cairan fermentasi. “Khusus untuk cairan fermentasi jeruk saya menambahkan air bersih dengan rasio 1 : 1,” kata alumni STIE Perbanas ini.

Cairan fermentasi kemudian disuling menjadi bioetanol. Sulingan pertama menghasilkan bioetanol berkadar 40-50%. Bioetanol ini, kata Antonious, bisa dipakai untuk bahan bakar kompor. Bila hasil sulingan pertama itu disuling sekali lagi maka akan menghasilkan bioetanol berkadar 90 %. “Saya menghasilkan 80-100 liter bioetanol berkadar 50 % setiap hari kecuali hari minggu, sehingga total produksi bisa mencapai sekitar 2.400 liter per bulan,” kata Antonious.

Sampah Buah-buahan Dapat Hasilkan Bioetanol

Sumber: http://www.technologyindonesia.com/

Jakarta : Sampah buah-buahan kini dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Saat ini tengah disempurnakan metode pembakaran untuk menekan biaya jual.

” Kami sudah mencoba mengolah berbagi jenis buah. Terpenting jenis yang manis, karena bisa menghasilkan glukosa dengan kadar lebih tinggi,” ujar Antonius Lulut Iswanto, pemilik proyek bioetanol dari buah di Jakarta hari ini.

Antonius mengatakan, sampah buah-buahan cukup banyak tersedia dan kurang dimanfaatkan. ”Dari 1 truk buah sekitar 30 persen dibuang. Lalu ada ide mengolah menjadi bioethanol dibantu rekan-rekan yang selama ini bergerak di bidang bioetanol,” ujarnya.

Dari uji coba yang dilakukan, dapat dihasikan bioetanol dengan kandungan sekitar 85 persen. ”Kami lakukan berkali-kali dengan mesin khusus untuk memproses selulosa menjadi glukosa. Terbaik jeruk dengan kulitnya. Kemudian melalui proses pembakaran dihasilkan bioetanol,” ujarnya.

Kendati demikian, proses pembakaran yang dilakukan selama ini cukup mahal sehingga tengah dilakukan uji coba menggunakan sekam (organik kering). ”Biaya jual bisa ditekan lebih murah, bahkan hasil pembakaran bisa dijual kembali,” ujar Antonius.

Bioetanol yang dihasilkan hingga kini baru dijual pada kalangan industri, dan belum dimanfaatkan penduduk sekitar. (Lea)

3 responses to “Bioetanol

  1. Salam Kenal,
    Mas Antonius, saya terkesan sekali dengan usaha anda mengubah sampah buah menjadi ethanol, kebetulan saya ting gal di Ciputat. Jika mas mengijinkan saya ingin berkunjung ke tempat mas Antonius. Mohon di emailkan alamatnya ke email saya.

    Terimakasih
    DARMAJI

  2. mas anton.. saya tertarik mau menjadikan proyek anda sebagai tugas akhir.. gapapa ya mas anton?? kebetulan saya mengambil jurusan yang mengurusi persampahan.. thx a lot mas antoonnn

  3. Salam kenal.. Pak Antonius, saya tertarik dengan hasil yang Bapak geluti, Saya bergerak dibidang usaha pure dari buah langsung.. Yang jadi kendala reject buah… Bagaimana solusinya supaya reject tersebut bisa dimanfaatkan.. Posisi saya dicibinong. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s