Berita 2011-6 (Nov-Des)

November 2011

Bikin Bank Sampah di Sekolah

Sumber: http://www.wartakota.co.id/17 November 2011

  Depok, Warta Kota

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, meresmikan program bank sampah di sekolah dan hijau sekolahku di SD Pemuda Bangsa, Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, Rabu (16/11).

Peresmian tersebut yang dirangkai Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa akan dilaksanakan oleh 66 sekolah di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Nur Mahmudi menjelaskan bahwa program bank sampah ini diluncurkan tujuannya untuk membudaya sejak dini membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah. Sampah an organik dapat dijual atau diberikan kepada bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos. “Kebersihan menjadi kebutuhan bagi anak, sehingga menghasilkan lingkungan yang bersih. Anak-anak juga harus dibiasakan mencuci tangan sebelum makan,” ujarnya.

Menurut Nur, dengan adanya program bank sampah itu maka akan mengurangi beban TPA Cipayung yang setiap harinya masuk 3.600 meter kubik sampah. Program ini sangat membantu program pemerintah yang tertuang dalam RPJMD 2011-2016 yaitu Depok Kota Bersih. “Kegiatan ini harus diikuti wilayah lainnya. Dengan mengedepankan green future maka budaya hidup bersih dapat terlaksana di semua lini masyarakat Depok,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Ulis Sumardi mengatakan sosialisasi pemilahan sampah sudah dilakukan ke kelurahan-kelurahan. Bahkan pihaknya telah membentuk satgas sampah di setiap kelurahan. Sedangkan satgas sampah di tingkat RT dan RW sedang dalam proses pembentukan.

“Kami mendukung bank sampah berada di sekolah-sekolah. Karena itu kami akan terus memantau program itu,” paparnya. (dod)

Kampus-Depok Daur Ulang Sampah

Sumber:  http://www.beritasatu.com/ 21 November 2011

Politeknik Negeri Jakarta berkerjasama dengan Pemerintah Kota Depok dalam bidang pengelolaan sampah.

Politeknik Negeri Jakarta melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat dalam bidang pengolahan dan pengelolaan sampah terpadu.

“Program ini untuk memberi dukungan terhadap pemerintah daerah dalam mengelola dan mengolah sampah di UPS yang bermasalah,” kata Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Prof Johni Wahyuadi di Depok, Minggu.

Ia mengatakan, kerja sama yang didukung oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan itu diharapkan dapat menghasilkan produk-produk inovatif pengelolaan sampah dalam rangka meningkatkan daya saing daerah.

Menurut dia, pihaknya sangat fokus dengan program ini sebagai salah satu upaya mengembangkan inovasi perguruan tinggi melalui pengelolaan dan pengolahan sampah di Kota Depok untuk mendukung peningkatan daya saing daerah dalam program pembangunan nasional.

Dikatakannya, pembangunan unit pengolahan sampah (UPS) yang banyak bermasalah akan dijadikan model UPS yang dibangun PNJ dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan.

“Pengelolaan sampah harus disosialisasikan mengenai nilai ekonomi dan pengolahan dan pengelolaan sampah,” katanya.

Ia mencontohkan apa yang dilakukan kebun sayur “Polysekar Asri” di RT05/RW05 Kelurahan Beji Timur, Depok telah berhasil melakuan daur ulang sampah menjadi hal yang bernilai ekonomis.

“Kebun Polysekar Asri merupakan miniatur Industri kecil Daur Ulang (IKDU) yang dibangun atas kesadaran masyarakat secara mandiri,” katanya.

Untuk itu pihaknya PNJ siap memberikan pelatihan pengelolaan dan pengolahan sampah dengan pelatihan yang mencakup peningkatan operator UPS dalam pengolahan sampah menjadi kompos.

Dikatakannya perlu dibuat penyusunan model pelatihan yang praktis dan tepat sasaran, sehingga peningkatan kemampuan dalam pengoperasian mesin pengolahan sampah dapat dilakukan oleh warga. Penulis: ZAL

Pemkot Depok Bangun Pabrik Sampah

Sumber: http://koranbogor.com/ 24 November 2011

Depok, KORANBOGOR.COM – Terbatasnya kemampuan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang diperkirakan tinggal setahun lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan membangun pabrik sampah dengan teknologi modern yang telah dikembangkan di Indonesia sejak 2008.

“Pembangunan pabrik sampah di TPA Cipayung akan dibiayai dari dana APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN. Rencana pembangunan pabrik sampah pada 2012 sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Depok,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Ulis Sumardi, (24/11).

Ia mengatakan, kolam TPA Cipayung seluas 11,2 hektare itu diperkirakan hanya mampu menampung sampah warga Kota Depok hingga akhir 2012. Saat ini, produksi sampah yang dihasilkan mencapai 4.250 m3 per hari. Namun, setiap harinya hanya 1.200 m3 atau sekitar 28 persen yang dapat terangkut ke TPA dan 450 m3 yang dapat diolah di unit pengolahan sampah (UPS).

“Diharapkan dengan dibangunnya pabrik sampah di TPA Cipayung, cakupan pelayanan pengangkutan sampah dari 38 persen menjadi 70 persen hingga 2016,” tandas Ulis.(Hen)

 Hanya 63% Sampah yang Terangkut

 Sumber:http://www.seputar-indonesia.com/  29 November 2011 

DEPOK – Persoalan sampah masih menjadi masalah serius di Kota Depok. Produksi sampah mencapai 4.250 m3 per hari.Kemampuan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengangkut sampah hanya 63%, sedangkan sisanya 37% dibiarkan begitu saja sehingga sering terjadi tumpukan di sejumlah wilayah.

Atas dasar itulah, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melakukan kerja sama dengan Pemkot Depok dalam penanganan dan pengelolaan sampah terpadu. Sejauh ini, sampah di Depok masih menjadi permasalahan yang belum ada jalan keluarnya.Terlebih, tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kecamatan Cipayung akan ditutup operasionalnya pada 2013.TPA tersebut dinilai sudah tidak lagi mampu menampung sampah warga Depok. Untuk itu, PNJ memberikan program kerja sama pengolahan sampah terpadu guna mengurangi tumpukan sampah di Depok.

“Program ini untuk memberi dukungan terhadap pemerintah daerah dalam mengelola dan mengolah sampah di unit pengelolaan sampah (UPS) yang bermasalah,” kata Direktur PNJ Johni Wahyuadi kemarin. Sementara itu,Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Ulis Sumardi mengatakan, daya tampung TPA Cipayung sangat terbatas.Karena itu, pihaknya tengah mencari solusi atas masalah tersebut.

Secara garis besar, Ulis mendukung segala upaya yang dilakukan masyarakat ataupun perguruan tinggi dalam rangka mengatasi masalah sampah di Depok. “Sampah yang terangkut setiap hari hanya 1.200 meter kubik ke TPA. Sisanya diolah di UPS,” kata Ulis. r ratna purnama

Buang Sampah Sembarangan, 13 Warga Depok Diadili

Sumber: http://www.poskota.co.id/ 29 November 2011 

DEPOK (Pos Kota) – Sebanyak 13 warga Depok diadili karena kepergok membuang sampah sembarangan. Warga dipergoki oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di gedung Balai Kota Depok, Selasa (29/11) pagi.

Menurut Lutfi Fauzi, Kepala Bidang Penegak dan Peraturan Satpol PP Depok, sebetulnya mereka berahsil merazia 27 orang pelanggar Peraturan Daerah No. 14 tahun 2001, tentang ketertiban umum. Namun dari 27 orang terseut, 13 di antaranya karena tertangkap tangan membuang sampah sembarangan. “Sisanya 13 PKLdan satu orang lainnya aadalah kasus perijinan. Kita berikan hukuman yang sesuai dengan undang-undang,”ujarnya kepada Poskota.

Sidang dipimpin langsung oleh Wahyuwidiasih, Hakim dari Pengadilan Negeri Depok. Warga tersebut bisa dijatuhi sanksi kurungan antara tiga hari hingga tiga bulan atau denda senilai Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta. “Kebanyakan pelanggar lebih memilih untuk membayar denda, ini merupakan salah satu memberikan efek syok terapi,” kata Lutfi.

Lebih lanjut Lutfi berharap masyarakat dapat lebih memaklumi dan mentaati Perda yang berlaku. Hal itu demi kepentingan bersama. (Angga/b)

Desember 2011

Kelola Sampah Rumah Tangga-Pemkot Depok Gandeng PNJ

Koran Sindo – 01 Desember 2011
Sumber: http://digilib-ampl.net/

DEPOK – Pemerintah Kota Depok menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dalam penanganan dan pengelolaan sampah terpadu. Sampah di Depok hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang belum ada jalan keluarnya.

Terlebih, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kecamatan Cipayung akan ditutup operasionalnya pada 2013. TPA tersebut dinilai sudah tidak lagi mampu menampung sampah warga Depok. Sementara produksi sampah mencapai 4.250 meter kubik per hari.Kemampuan Pemerintah Kota Depok untuk mengangkut sampah hanya 63% saja,sedangkan sisanya sebanyak 37% dibiarkan begitu saja sehingga sering terjadi tumpukan di sejumlah wilayah.

Melalui program hibah kompetisi tema C yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, PNJ memfokuskan pada pengelolaan sampah sebagai pengembangan inovasi. Selain itu, diharapkan mampu meningkatkan daya saing dalam program pembangunan nasional. “Program ini untuk memberi dukungan terhadap pemerintah daerah dalam mengelola dan mengolah sampah di unit pengelolaan sampah (UPS) yang bermasalah,” kata Direktur PNJ Johni Wahyuadi.

Nantinya, kata Johni, UPS bermasalah akan dijadikan model UPS yang dibangun PNJ. Selain itu, akan dilakukan sosialisasi mengenai nilai ekonomi dan pengolahan dan pengelolaan sampah.Saat ini yang sudah berjalan adalah kelompokPolysekar AsridiKelurahan BejiTimur,Kecamatan Beji.

Kelompok ini melakukan pendauran ulang sampah menjadi bahan yang dapat digunakan kembali.Misalnya,  kerajinan tangan hingga pupuk kompos. “Kebun Polysekar Asri merupakan miniatur industri kecil daur ulang (IKDU) yang dibangun atas kesadaran masyarakat secara mandiri,”tandasnya. ratna purnama

Sampah Turut Sumbang Genangan di Margonda

Sumber: http://depoklik.com/2011/ 2 Desember 2011

Setiap hujan deras genangan air terjadi di Jalan Margonda Raya. Tak hanya persoalan gorong-gorong, prilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke saluran air juga menjadi faktornya.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, Jawa Barat Yayan Arianto. “Kami sudah atasi sampah di saluran air di sepanjang Jalan Margonda. Sampah yang diangkut lebih dari lima truk sampah. Tetapi tetap banyak yang buang sampah, jadinya tergenang lagi,” katanya di Balai Kota, Jumat (02/12).

Menurut Yayan, selain sampah diangkut, drainase juga telah diperbaiki. Tujuannya agar tidak terjadi lagi genangan saat hujan deras.

“Untuk mengatasi banjir, tidak hanya Pemkot Depok saja. Perlu kerjasama dengan masyarakat. Utamanya tidak membuang sampah di jalan dan saluran air,” tandasnya.

Cara lain untuk mengatasi genangan, lanjutnya, membuat lubang biopori. Gerakan membuat lubang biopori harus dilancarkan, bila perlu disepanjang Jalan Margonda Raya. “Agar gerakan membuat lubang biopori berjalan maka setiap kelurahan harus aktif memberikan edukasi kepada warga di setiap RT,” pungkas Yayan.

Senada dengan Yayan, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Abdul Ghofar mengakui salah satu penyebab terjadinya genangan air di Jalan Margonda Raya adalah warga yang membuang sampah sembarangan. ”Karena itu kami setuju jika warga yang membuang sampah sembarangan dihukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Gofar.  Icha

Warga Depok Hasilkan 1,55 Juta Kubik Sampah pada 2011

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ 7 Desember 2011

DEPOK, (PRLM).- Kota Depok menghasilkan lebih dari 1,55 juta m3 sampah pada tahun 2011. Jumlah sampah yang dihasilkan tersebut lebih banyak daripada tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,45 juta m3.

Penambahan tersebut menyebabkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menjadi terminal pembuangan sampah di Kota Depok diprediksi hanya bisa digunakan sampai 2013.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Ulis Sumardi kepada “PRLM”, Selasa (6/12). Dia mengatakan, pertambahan sampah berhubungan dengan naiknya jumlah penduduk di satu wilayah.

Menurut Ulis, setiap penduduk di Kota Depok rata-rata menghasilkan 2,5 liter sampah setiap harinya. Sementara jumlah penduduk Kota Depok pada tahun 2011 sebanyak 1,7 juta orang. Dengan demikian, setiap harinya penduduk Kota Depok mengahasilkan 4.250 m3 sampah.

Ulis mengatakan, jumlah sampah per hari yang dihasilkan saat ini memng bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya jumlah sampah yang dihasilkan 4.000 m3 per hari.

Secara keseluruhan jumlah sampah yang dihasilkan Kota Depok pada tahun 2011 bertambah 91.250 m3 dibandingkan tahun sebelumnya. (A-185/A-88)***

Satgas Depok Bersih dan Hijau Kian Menggurita,  Fokus Pertama Pemilahan Sampah

Sumber:http://www.rintisyanto.com/  11 December  2011 

MARGONDA – Menyongsong perhelatan Adipura 2012, Pemkot Depok kembali bersiap. Tim pemenangan pun telah dibentuk dengan nama Satuan Petugas (Satgas) Depok Bersih dan Hijau. Kemarin, organisasi lintas sektoral yang dipimpin Sekda Kota Depok, Eti Suryahati itu, menggelar rapat koordinasi.

Sekretaris Satgas Depok Bersih dan Hijau, Rahmat Subagiyo mengatakan, sebagai langkah awal, timnya akan fokus untuk menggandeng masyarakat. Pasalnya, masyarakat memiliki peranan penting dalam menyukseskan segala program yang ada. Seperti kegiatan pemilahan sampah di rumah, pengolahan sampah organik, pembuatan sumur komposter dan lubang biopori.

“Sementara untuk pengelolaan sampah nonorganik, saya berharap masyarakat sudah bisa bekerjasama dengan bank sampah dan pemulung,” ucap pejabat yang juga menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok itu.

Rahmat-sapaannya-mengaku, setelah rakor ini, minggu depan akan ditindaklanjuti dengan rakor satgas di tingkat kecamatan bersama satgas kelurahan. Itu untuk membahas langkah-langkah yang ditetapkan dalam rakor tingkat kota. “Rakor tingkat kecamatan itu akan diselenggarakan serentak pekan depan,” terang Rahmat.

Dalam pelaksanaannya nanti, lanjut Rahmat, satgas di tingkat RW tak hanya bekerja menyosialisasikan segala program, melainkan pembinaan kepada masyarakat. Dan setelah itu satgas tingkat kota akan melakukan penilaian terhadap hasil masing-masing satgas dalam melakukan pembinaan. “Minggu ketiga Desember kita akan turun melakukan penilaian,” terangnya.

Ia menyebutkan, tim penilai itu terdiri dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Pol PP.

Di tempat yang sama, Anggota Satgas tingkat kota, yang juga Kepala DKP, Ulis Sumardi menambahkan, saat ini jajarannya terus meningkatkan target pengelolaan sampah. Di mana pada 2012 ditargetkan ada 47 persen masyarakat dapat mengelola sampah sendiri dari sebelumnya 38 persen. “Kita harapkan hingga 2016 target pengelolaan sampah hingga 71 persen,” tutur Ulis.

Ulis berharap sisa sampah yang belum terkelola agar turut serta dilakukan pemilahan di rumah tangga masing-masing. “Dengan terpilah, sampah akan mudah dikelola lebih lanjut. Sampah organik bisa jadi kompos, dan sampah nonorganik bisa didaur ulang. Sehingga sampah tidak keluar dari wilayah rumah,” jelasnya.

Apabila sampah berlebihan, maka didayagunakanlah satgas di masing-masing RT, sehingga penanganan sampah bisa dilakukan di kawasan RT.

 Walikota : “Budayakan Membuang dan Memilah Sampah Sejak Dini”

Sumber: http://www.depok.go.id/16 Desember 2011 

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, meresmikan program bank sampah di sekolah dan hijau sekolahku di SD Pemuda Bangsa, Raden Saleh, Sukmajaya, Depok. Peresmian tersebut yang dirangkai Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa akan dilaksanakan oleh 66 sekolah di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Nur Mahmudi menjelaskan bahwa program bank sampah ini diluncurkan tujuannya untuk membudaya sejak dini membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah. Sampah an organik dapat dijual atau diberikan kepada bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos. “Kebersihan menjadi kebutuhan bagi anak, sehingga menghasilkan lingkungan yang bersih. Anak-anak juga harus dibiasakan mencuci tangan sebelum makan,” ujarnya.

Menurut Nur, dengan adanya program bank sampah itu maka akan mengurangi beban TPA Cipayung yang setiap harinya masuk 3.600 meter kubik sampah. Program ini sangat membantu program pemerintah yang tertuang dalam RPJMD 2011-2016 yaitu Depok Kota Bersih. “Kegiatan ini harus diikuti wilayah lainnya. Dengan mengedepankan green future maka budaya hidup bersih dapat terlaksana di semua lini masyarakat Depok,” tuturnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Ulis Sumardi mengatakan Sosialisasi Pemilahan Sampah sudah dilakukan ke kelurahan-kelurahan. Bahkan pihaknya telah membentuk satgas sampah di setiap kelurahan. Sedangkan satgas sampah di tingkat RT dan RW sedang dalam proses pembentukan. “Kami mendukung bank sampah berada di sekolah-sekolah. Karena itu kami akan terus memantau program itu,” paparnya.

DKP Tambahkan 10 Armada Pengangkut Sampah dan Operasikan 15 UPS

Sumber:http://www.depok.go.id/ 16 Desember 2011 

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kebersihan, terutama persoalan pembersihan sampah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok pada 2012 mendatang akan menambah armada truk pengangkut sampah sebanyak 10 unit. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DKP Rahmat Hidayat.

Menurutnya, selain ada penambahan armada angkutan sampah, akan beroperasi pula 15 unit Pengelolaan Sampah (UPS) yang tersebar di 15 kelurahan se-Kota Depok. “Dengan demikian, diharapkan tahun depan ada peningkatan pelayanan sampah hingga 10 persen,” terang Rahmat.

Ia menjelaskan, dengan penambahan tersebut pelayanan sampah tahun ini, yang baru mencapai 38 persen, bisa meningkat menjadi 48 persen. Sementara untuk UPS, terangnya, akan beroperasi sekitar Maret. Karena terlebih dahulu akan diadakan perekrutan dan pelatihan karyawan yang bakal dipekerjakan untuk mengelola UPS tersebut. “Kami juga sebelumnya akan menyosialisasikan keberadaan UPS kepada masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Sementara terkait penambahan armada truk, terangnya, otomatis sampah yang diangkut ke Tempat Pengelolaan Air (TPA) Cipayung akan bertambah. Dari yang sebelumnya 1.200 meter kubik perharinya, menjadi 1.360 meter kubik. “Diperkirakan dengan penambahan sepuluh armada truk, penambahan sampah yang diangkut ke TPA Cipayung bertambah sekitar 130 meter kubik,” sebutnya.

Meski ada tambahan, pihaknya tidak khawatir kalau TPA Cipayung kelebihan kapasitas. Karena, ia beralasan, kalau kapasitas kolam sampah yang tersedia masih mampu menampung penambahan tersebut. “Kita punya kolam A dan B. Untuk kolam B kapasitasnya masih bisa ditingkatkan,” pungkasnya.

Sampah Menumpuk di Depok

Sumber:  http://www.poskota.co.id/17 Desember 2011 

DEPOK (Pos Kota) – Musim hujan, tumpukan sampah terlihat makin menumpuk di sejumlah tempat di wilayah Kota Depok.

Di antaranya di Jalan Baru, Kampung Lio, tak jauh dari Stasiun Depok Baru. Sampahnya sampai berserakan ke jalan akibat terlambat diangkut Dinas Kebersihan Kota Depok.

“Selain Jalan Baru, di tempat pembungan sampah sementara di pinggir Jalan Raya Maruyung Sawangan juga melimpah. Luber dari bak penampungan,” kata Saimin, warga sekitar, Jumat (16/12).

Satu petugas dari Pihak Dinas Kebersihan Kota Depok menyebut sampah terlambat diangkut karena kurang armada. Saat ini banyak truk pengangkut masih dalam perbaikan.

Sedangkan rencana pembangunan unit pengelolaan sampah di setiap kelurahan tidak berjalan lancar. Ada beberapa kelurahan yang tidak setuju karena khawatir bau busuk.

Unit pengelolaan sampah ini tadinya diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPST) Cipayung. (nasrul/b)

Daya Tampung TPA Lebihi Kapasitas, Produksi Sampah Depok 4,250 m3 Perhari 

Sumber: http://www.ampuh.org/ 12 Desember 2011

Depok, AMPUH

Jumlah volume sampah yang dihasilkan warga Depok terus meningkat dari thun ke tahun. Tahun 2011 ini saja menghasilkan lebih dari 1,55 juta m3 sampah setiap harinya. Jumlah sampah yang dihasilkan tersebut lebih banyak daripada tahun sebelumnya yaitu 1,45 juta m3.

Produksi sampah tersebut tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang ada, apalagi batas waktu penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipayung tinggal satu tahun lagi. Untuk mengurangi beban TPA, Pemerintah Kota Depok berencana membangun pabrik sampah atau Eco-park.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Ulis Sumardi diruang kerjanya Rabu (7/12/2011) menjelaskan, setiap penduduk di Kota Depok rata-rata menghasilkan 2,5 liter sampah setiap harinya. Sementara jumlah penduduk Kota Depok pada tahun 2011 sebanyak 1,7 juta orang. Dengan demikian, setiap harinya penduduk Kota Depok mengahasilkan 4.250 m3 sampah.

Dijelaskan Ulis, jumlah sampah per hari yang dihasilkan saat ini memang bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya jumlah sampah yang dihasilkan 4.000 m3 per hari.

“ Secara keseluruhan jumlah sampah yang dihasilkan Kota Depok pada tahun 2011 bertambah 91.250 m3 dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Daya tampung TPA Cipayung, kata dia, sudah melebihi kapasitas. Saat ini saja hanya 40 persen dari jumlah sampah yang bisa diangkut ke TPA. Sementara sisanya berusaha diolah di Unit Pengolahan Sampah atau warga. Bahkan TPA Cipayung tersebut diprediksi sudah tidak bisa menampung sampah lagi pada tahun 2013 apabila pengolahannya masih seperti saat ini. Untuk mengurangi beban TPA, Pemerintah Kota Depok juga akan membangun pabrik sampah atau Eco-park.

“ Pabrik itu dibangun di dekat TPA Cipayung dengan luas 8-10 hektar dan akan menghasilkan gas metan guna menghasilkan listrik. Rencananya pembebasan lahan pabrik tersebut akan dilakukan pada tahun 2012,” ujarnya.

Ulis mengingatkan, ancaman ditutupnya TPA Cipayung yang selama ini menjadi satu-satunya TPA di Kota Depok tentu merugikan masyaraka Kota Depok. Termasuk ratusan pemulung yang sehari-harinya mencari nafkah dengan memilah serta mengumpulkan sampah di TPA Cipayung.

Misalnya saja Marsi (63) dia mengaku menggantungkan hidupnya dengan menjadi pemulung sampah di TPA. Marsi tidak tahu lagi harus bagaimana jika TPA ditutup, ke mana mendapatkan uangnya. Marsi mengakui, dlam sehari bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 30.000 dari memulung sampah di TPA.

“ Lumayan buat kebutuhan hidup, daripada menganggur,” ujarnya. (Maulana said/Asp.N/ROL)

Sampah Pasar Depok 295 M3 Perhari

Sumber:  http://www.pelitaonline.com/ 29 Desember 2011

Depok, Pelita
Volume timbulan sampah pasar di Kota Depok setiap harinya bisa mencapai 295 M3 perharinya. Terdiri dari sampah Pasar Kemiri Muka sebanyak 100M3/hari, Pasar Cisalak 80M3/hari, Pasar Agung 20 M3, Pasar Tugu 20 M3, Pasar Musi 20 M3, Pasar Sukatani 15 M3, dan Pasar Depok Jaya 20 M3.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Ulis Sumardi mengatakan, sistem operasional pengangkutan sampah pasar dilakukan secara rutin setiap hari menggunakan truk dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. “Pengangkutan sam-pah pasar hanya bisa dilakukan sebanyak dua rit, disebabkan terjadi antrian truk di TPA Cipayung,” ujar Ulis.

Menurut Ulis, banyak kendala dalam proses pembuangan sampah dari pasar, Selain terbatasnya jam operasioanal pembuangan sampah di TPA Cipayung hingga pukul 16.00. Terjadi penumpukkan sampah setiap hari Senin akibat tidak bisa membuang sampah pada hari minggu, dan kondisi kendaraan truk sampah yang sebagian besar sudah tidak layak dan perlu peremajaan.

Agar kondisi pasar tetap bersih, lanjut Ulis secara rutin pula dilakukan kegiatan operasi bersih di lingkungan pasar dengan melibatkan Kepala Unit Pasar dan seluruh unsur yang ada di pasar.(swd)

Lahan TPA Terbatas, Pemkot Depok Bangun Sejumlah UPS

Sumber: http://www.republika.co.id/ 29 Desember 2011 

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Terbatasnya lahan penampungan sampah TPA Cipayung, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai memikirkan solusi menghadapi pembuangan sampah. Mengatasi hal ini, Pemkot Depok akan menambah pembangunan 15 unit pengolahan sampah (UPS) pada 2012 mendatang.

Rencananya, 15 UPS yang akan dibuat masih akan ditambahkan dengan pembangunan tiga UPS sisa pembangunan 2009 yang belum sempat dibangun, dan satu UPS sisa pembangunan 2008. Sehingga total UPS yang akan dibangun pada 2012 sebanyak 19 UPS.

Penambahan UPS terkait dengan terbatasnya lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, yang akan mencapai puncak dan tidak bisa lagi menampung sampah Kota Depok pada 2012. Karenanya Pemkot Depok berusaha agar TPA Cipayung tetap dapat berfungsi dengan semestinya.

Penyebab terbatas lahannya TPA Cipayung karena selama ini, sampah yang masuk ke TPA itu merupakan sampah dari sumber yang langsung dibuang. Sedangkan sampah yang diangkut dari UPS cenderung lebih sedikit. Hal ini dikarenakan sampah yang melewati UPS telah dipilah-pilah terlebih dahulu.

Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, cakupan pengelolaan sampah di Kota Depok hingga 2011 mencapai 38 persen. Di mana sebanyak 28 persen masih diangkut oleh gerobak sampah, yang kemudian dibawa ke TPA Cipayung. Dan baru 10 persen yang dikelola dalam UPS. “Pada 2012, target pengelolaan sampah 47 persen,” ujar Kepala DKP Kota Depok, Ulis Sumardi.

Pemkot Depok, lanjut dia, akan mempertahankan pengangkutan sampah ke TPA sebanyak 1.200 m3 per hari. Selebihnya, pengolahan sampah pada skala kawasan dititikberatkan pada peningkatan pengelolaam sampah berbasis UPS. Saat ini, pengelolaan sampah UPS baru 375 m3 dan rencananya harus mencapai angka 2.125 m3 untuk bisa mengatasi sampah.

Redaktur: Chairul Akhmad; Reporter: Nur Farida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s