Sahabat Kota

Keunikan persepsi masyarakat terhadap sampah (tips untuk edukasi masyarakat)

by Sahabat Kota on Friday, December 17, 2010

Sumber: http://www.facebook.com/notes/sahabat-kota/

Ada hal yang menarik dari Forum Hijau Bandung tanggal 15 Desember 2010 kemarin, selain membahas ide-ide untuk melakukan aksi nyata tentang persampahan dalam waktu dekat, ada beberapa bahasan mengenai kondisi masyarakat Bandung (Indonesia) terhadap masalah sampah.

1. Blank

Nah lo, berdasar pengalaman riil dari teman-teman yang aktif dalam gerakan edukasi dan pengelolaan sampah bersama masyarakat, ternyata mendapati buanyakk banget masyarakat yang gak tau informasi tentang persampahan.

Boro-boro mau ikut ngelola sampah, isu sampahnya aja ga ngerti, jenis2 sampah aja ga ngerti.

ya, mulai dari yang basic seperti pentingnya pemilahan , 3R, bahan yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Sampe masih banyak masyarakat yang belum tau gimana untuk mengakses teknologi pengelolaan sampah seperti takakura, biopori , dll.

So: jangan lelah untuk menginformasikan hal-hal tentang pengelolaan sampah pada orang lain deh.hehe
boleh tuh yang baca tulisan ini untuk share link dari rekan-rekan zero waste community http://www.facebook.com/pages/Zero-Waste-Community/144587445590096?v=app_2373072738
banyak tips2 pengelolaan sampah menarik lho!

2. Bahasa dewa bikin pusing

Reduce, Reuse, Recyle, Rethink, Incenerator, Desentralisasi, waste, green, fermentation, and other english and scientific things. yup. Asik juga tuh kalau istilah-istilah canggih yang udah fasih kita pake sehari-hari kita coba sederhanakan, agar semua orang bisa paham maksud dari istilah-istilah tersebut.

Komunikasi efektif dan sederhana menjadi penting untuk melibatkan lebih banyak masyarakat dalam pengelolaan sampah

3. Banal terhadap Himbauan larangan

Jangan buang sampah sembarangan, Ayo pilah sampah, Ayo kurangi sampah, Jangan buang sampah di sungai.

kayanya masyarakat udah semakin bebal, banal terhadap himbauan dan larangan dalam dunia persampahan. sebenernya ini berlaku ga hanya di dunia persampahan aja si, tapi berlaku di semua jenis aturan dan bidang.

bagi yang belum tau istilah banal, sederhananya sih menganggap sesuatu yang penting sebagai sebuah hal yang biasa dan sifatnya harian serta lewat gitu aja. bukan cuek, lebih parah dari cuek, kalau cuek masih ada niat untuk mengabaikan suatu hal. kalau banal, seperti lewat dan udah jadi hal yang biasa dan ga penting aja.

Nah, karena banyak orang menjad banal terhadap hal-hal penting disekitarnya, emang butuh kreativitas tinggi untuk menyampaikan maksud dan pesan penting tersebut ke masyarkat. tapi yakin lah anak muda jaman sekarang idenya kreatif2.

4. Reward

Nah, nyambung ama poin nomer 3, dimana masyarakat cuek ama larangan dan himbauan. Ternyata masyarakat masih ngeh sama yang namanya reward. Mungkin yang namanya pengelolaan sampah mandiri, bersepeda ke tempat aktivitas setiap hari, mentaati peraturan lalu lintas dan hal-hal baik lainnya, masih menjadi hal yang luar biasa alias butuh effort lebih untuk dilakukan oleh masyarakat.

makanya reward dan apresiasi menjadi penting untuk diberikan sebagai pemberi semangat untuk melakukan hal-hal positif tersebut. asik juga kalau hal-hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. ga usah pake reward tapi tetap jalan.hehe.

it’s oke lah, kan banyak juga pihak-pihak yang bisa memberi reward, pemerintah, sponsor, perusahaan, bahkan masyarakat itu sendiri.di FHB kemarin ada ide untuk memberi reward bagi RT terbaik, RW terbaik, bahkan rumah terbaik dalam mengelola sampah.

5. Benefit

Nyambung juga sama poin nomer 4, perlu diangkat benefit dalam pengelolaan sampah. misalnya benefit di bidang keuntungan ekonomi (profit) dari pengelolaan sampah. ini ga ada salahnya banget, orang yang namanya melakukan hal baik ya bisa dapat benefit dong. tapi emang mesti hati-hati terhadap motivasi tunggal yang maunya untung doang , kalau ga ada untungnya ga mau2 acan melakukan sesuatu.

Benefit dan profit juga baik kok untuk pengelolaan sampah yang lebih profesional dan berkelanjutan.

6. Not in my back yard

Nah, ini nih yang bikin masalah sampah di Indonesia ga pernah beres ampe sekarang. hehehe. asal gua udah bayar retribusi sampah, bole dong abis minum aqua gelas gua buang gelasnya di jalan. bole dong gua numpuk sampah dari rumah, ga usa dipilah nanti juga ada yang ngambil dari PD kebersihan, hihihi. kalau TPA sarimuktinya ditutup, mau dikemanain tuh sampah.

boro2 mau 3R, mentalnya aja masih begini.hehe.

ya, banyak masyarakat ogah bertanggung jawab (apalagi mikirin konsekuensi) terhadap sampah yang dia hasilkan sendiri. orang-orang ini selalu percaya sampah bakal ada yang ngurus dan pasti beresss. padahal kepedulian dan keterlibatan dia dalam mengelola sampah sangat berarti banget

7. Reaktif terhadap krisis

Topik ini menjadi salah satu bahasan hangat di FHB kemarin, ternyata masyarakat lebih peduli terhadap bahasa krisis dan kondisi krisis. Bandung lautan sampah 2005, menyentak banyak lapisan masyarakat untuk lebih peduli soal sampah. Leuwi gajah runtuh, orang baru mikir bahwa ngelola sampah itu penting, nah, sekarang sarimukti mau ditutup, mungkin orang2 baru kebakaran jenggot.

disclaimer: tulisan ini bukan ditujukan khusus untuk forum hijau 15 desember yang reaktif terhadap isu sari mukti,hehe. forum kemarina adalah reaksi yang positif dan cerdas terhadap isu sampah, karena juga memilah strategi jangka pendek, panjang dan menengah serta pentingnya sinergi dalam melakukan itu semua.

makanya ada celetukan juga di forum kemarin untuk berkampanye sampah dengan bahasa krisis, karena masyarakat udah banal dan bener2 menghiraukan himbauan dan larangan. banyak2 mengungkap fakta mengerikan dari sampah untuk menakut-takuti dan menyentak masyarakat yeuh?

8. Kesimpulannya: mau dan bisa kok

Nah, sori-sori aja nih kalau kesimpulannya jadi sederhana.

Intinya masyarakat mau dan bisa kok untuk mengelola sampah secara mandiri, peduli terhadap isu sampah, dukung pemerintah, dll. Namun rasanya dengan dinamika masyarakat yang cukup rumit , plural , lieur, maka perlu beragam pendekatan juga untuk mengajak masyarakat berubah.

So, .. percaya deh, kita semua bisa mengelola sampah dengan lebih baik!

Ditulis oleh teman dari sahabat kota

Salam!
gambar dari : alamendah.wordpress.com

Bermacam cara untuk berpartisipasi dalam gerakan pengelolaan sampah

by Sahabat Kota on Thursday, December 16, 2010

Sumber: http://www.facebook.com/notes/sahabat-kota/

Bagi teman-teman yang mau terlibat/ mendukung/ beraktivitas dalam dunia persampahan, ternyata ada beragam aktivitas yang dapat dipilih sesuai minat dan ketertarikan masing-masing lho.

Dari hasil obrolan di Forum Hijau Bandung 15 Desember 2010, temen-temen yang baca tulisan ini bisa mulai siap-siap untuk berkontribusi dalam gerakan persampahan yang semuanya pentinggg.

Apa aja si aktivitasnya?

Solusi ekonomi:

Kata siapa ngurusin sampah malah ngabisin duit, justru aktivitas pengelolaan sampah bisa mendatangkan uang.

Tengok Yayasan Simonn Sanjaya dan beberapa pihak lain yang secara spesifik mengelola sampah perhotelan. Dengan profesionalisme dan ilmu pengelolaan sampah, ternyata masalah sampah terselesaikan dengan pemilahan, penggilingan, hingga pengkomposan yang hasilnya dapat digunakan untuk penghijauan

Masih ada bank sampah yang sedang dikembangkan oleh Urbane dan Om Ridwan Kamil, ada temen-temen greenbox , kencana online, agroduta, hingga temen-temen Greeneration Indonesia yang aktif mengembangkan beragam produk tas ramah lingkungan untuk mereduksi sampah plastik

Edukasi sosial

Buat temen-teman yang hobinya membagikan ilmu pengetahuan dan menginspirasi orang lain untuk membuat perubahan, ada juga lho komunitas dan organisasi yang sangat concern mengedukasi masyarkat di bidang lingkungan dan persampahan

YPBB selama 10 tahun terakhir konsistem membuka ruang dan menciptakan aktivitas yang dapat melibatkan masyarakat dan temen-temen untuk mendukung gerakan persampahan, ada yang namanya zero waste community, zero waste event, edukasi di taman kota, pelatihan relawan sampah, sampe pengembagnan modul-modul edukasi pengelolaan sampah .

Masih ada komunitas yang concern di bidang anak-anak seperti komunitas sahabat kota, cangkul hejo yang aktivitasnya mendampingi anak-anak dan mengembangkan modul edukasi kreatif

Ada juga Bandung Green and Clean yang aktif mengedukasi kelompok masyarakat untuk mengolah sampah dan juga meningkatkan aktivitas ekonmi dari pengelolaan sampah bersama masyarakat

Advoasi dan pemerintah:

Masalah persampahan ga pernah lepas dari regulasi dan sistem pengelolaan yang dikembangkan oleh pemerintah.

Temen-temen dari Walhi dan DPKLTS memiliki keahlian dan spesifikasi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah di bidang lingkungan hidup dan persampahan, ga cuma mengkritisi aja teman-teman juga berusaha membangun gerakan masyrakat untuk sadar hukum dan kebijakan pemerintah melalui kampanye dan gerakan advokasi.

Isu yang lagi seru banget di Bandung adalah pengelolaan sampah yang terpusat versus pengelolaan sampah tidak terpusat. Ada yang namanya pengelolaan sampah dengan PLTS, alias pembangkit listrik tenaga sampah , dan juga beragam gerakan sampah yang jauh lebih murah dan mudah dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan sampah ,seperti mengurangi, memakai kembali, mendaur ulang, takakura, kompos, pengolahan kertas dan sebagainya.

Gosipnya, Ada beberapa peraturan pemerintah yang disinyalir dikembangkan secara timpang untuk lebih memuluskan pengelolaan sampah terpusat dan hanya melibatkan segelintir pengusaha untuk mengelola sampah dengan PLTS.

So.. buat teman-teman yang hobinya advokasi, konstelasi politik, hukum , bikin spanduk dan media advokasi, ga ada salahnya teman-teman gabung di bagian ini.

Komunikasi sos med: Media massa

Hidup manusia berubah total sejak berkembangnya beragam media jejaring sosial, arus informasi menjadi semakin cepat, dinamis dan mampu menyentak pengguna media internet dengan cepat dan serentak.

Bagi teman-teman yang suka nge tweet, nge blog, facebook , web, bisa banget memulai membantu menyebarkan informasi-informasi tentang pengelolaan sampah kepada lebih banyak masyarakat. Informasi bisa terkait info-info pengelola sampah disekitar kita, teknologi pengelolaan sampah, dan lain sebagainya.

Teknologi:

Nah, buat teman-teman yang hobinya kembangin teknologi pengeloaan sampah, mulai dari mengkompos, memilah, fermentasi , hingga hal-hal yang sifatnya sistemasi pengoahan sampah, pengembangan alat, meneliti tentang persampahan. Maka bisa gabung nih di grup ini

Sebenernya teman-teman seperti Yayasan Simon Sanjaya, Kencana online, Greeneration Indonesia, U Green, Teknik Lingkungan, dan banyak lembaga serta komunitas lain memang concern di bidang ini.

Kenapa banyak disebut di bagian aktivitas ekonomi, karena memang teknologi yang diterapkan dapat mendatangkan profit dan benefit bagi pengelola dan masyarakat.

Basi abiess kalo gerak sendiri-sendir dan ga saling mengisi satu sama lain ya. hehe. ayo wujudkan kontribusi mu sesuai passion!

-disarikan dari pertemuan Forum Hijau Bandung 15 Desember 2010

gambar dari abc4all.net

-ditulis oleh peserta FHB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s