Syarif Hidayatullah

Wali Kota Depok Diduga Lakukan Penyimpangan Anggaran

Penulis: Syarif Hidayatullah

Sumber: http://www.opensubscriber.com/

DEPOK–MIOL: Baru tiga bulan menjadi Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail diduga telah melakukan penyelewengan anggaran. Penyelewengan yang dilakukan antara lain dalam proyek pengolahan sampah di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis dan penyelewengan anggaran Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD).

Pengolahan sampah yang bernilai Rp211 juta tersebut mengatasnamakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tugu, namun pada kenyataannya dikerjakan oleh ‘teman baik’ Nur Mahmudi Ismail dari BPPT berinitial Sgh, yang juga kader PKS.

Seorang pengurus LPM Kelurahan Tugu, H Mamad yang juga menjabat Ketua RW 11 mengatakan anggaran yang digunakan untuk pengolahan sampah di wilayahnya berasal dari bantuan Pemkot Depok sebesar Rp211 juta.

“Tapi anggaran itu tidak sempat kami kelola, sebab langsung diserahkan kepada pihak swasta yang menjadi operatornya,” ungkap Mamad kepada wartawan, Selasa (2/5).

Menurut Mamad, sesuai proposal yang diajukan ke Wali Kota Depok, dana sebesar itu digunakan untuk sewa mesin dan operasional selama enam bulan. Pengolahan sampah menjadi kompos tersebut, berdiri di atas lahan 500 meter per segi di Kompleks Makam RW 11, Kelurahan Tugu. Sedangkan bangunannya berukuran 360 meter per segi.

Sedangkan peralatannya terdiri dari tiga komponen, antara lain mesin pemotong, mesin penghalus dan mesin pengeringan.

Menurut informasi, awalnya pengolahan sampah akan dilaksanakan di Jl Merdeka, Depok II Tengah. Namun Wali Kota Depok lebih memilih lokasi yang dekat dengan tempat tinggalnya. Kemudian diputuskanlah lokasi pengolahan sampahnya di Kompleks Makam RW 11.

Untuk menyukseskan program pengolahan sampah di Kota Depok, Wali Kota Nur Mahmudi Ismail meminta bantuan temannya dari BPPT.

Kabarnya, yang dimintai tolong tersebut, mantan notulen Nur Mahmudi ketika masih menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan. Kemudian untuk menggolkan proyek tersebut, Nur Mahmudi memanggil Lurah Tugu Tb Asnawi untuk memberdayakan LPM. Namun, LPM hanya sebagai bemper saja.

“Proposal pengajuan proyek sudah dibuat oleh orang kepercayaan Nur Mahmudi dan LPM tinggal menandatangani,” ujar sumber di Pemkot Depok yang minta tidak disebutkan identitasnya.

Proposal tersebut sempat dibicarakan dengan Dinas Kebersihan dan Lingkugan Hidup (DKLH). Tapi DKLH tak bisa menjamin dari sisi angarannya, karena tidak tercantum dalam DASK (Daftar Anggaran Satuan  Kerja) APBD 2006. Kemudian proposal tersebut dibicarakan di tingkat sekretaris daerah, hingga akhirnya dikeluarkan dana yang bersumber dari APBD 2006.

Menanggapi masalah tersebut, anggota panitia anggaran DPRD Depok, Sugiharto dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan jika Nur Mahmudi Ismail memaksakan proyek tersebut dengan menggunakan anggaran dari APBD, jelas tidak sesuai dengan nomor rekening DASK, baik itu dari dana operasional Walikota Depok maupun dari biaya tidak tersangka.

“Kami menilai, ini sudah penyelewengan anggaran APBD,” ujarnya.

Senada dengan Sugiharto, H Ma’ruf Aman, Ketua Fraksi Golkar mengatakan penyimpangan anggaran itu merupakan kesalahan yang sulit ditolelir.

“Bisa saja masalah ini menjadi bahan penyidikan.”

Penyimpangan SPPD

Nur Mahmudi Ismail juga diduga telah melakukan penyimpangan anggaran SPPD untuk perjalanan dinas para kroninya yang menjadi staf pendamping wali kota ke daerah. Sebenarnya, SPPD tersebut bukan diperuntukan bagi staf pendamping, tapi untuk staf PNS Pemkot Depok. Sebab, yang menandatangani SPPD tersebut para staf PNS. Namun kemudian, setelah dananya turun, diserahkan kepada staf pendamping wali kota.

Dari informasi yang diterima, ada sekitar tiga kali perjalanan ke daerah yang dilakukan staf pendamping wali kota. Untuk satu kali perjalanan, ada empat orang staf pendamping dengan jumlah anggaran bervariasi, tergantung golongan PNS yang menandatangani SPPD tersebut.

“Jumlah anggarannya ada yang Rp600 ribu, Rp400 ribu tergantung siapa yang menandatangani SPPD-nya,” ujar sumber Media Indonesia.

Nur Mahmudi Ismail yang dikonfirmasi dua masalah tersebut mengatakan tidak perlu memberikan komentar apa pun. “Tidak perlu saya menjelaskan.”

Ketika didesak alasan kenapa tidak perlu menjelaskan, Nur Mahmudi beralasan banyak masalah yang harus ddikerjakannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Winwin Winantika menjelaskan dalam sisi administrasi pengeluaran anggaran pengolahan sampah, tidak ada penyimpangan. Sebab dalam APBD ada dana bantuan stimulan yang diberikan kepada masyarakat.

Hal itu sesuai Kepmendageri No 93 tahun 2003 yang mengamanatkan Pemda diperkenankan memberikan bantuan keuangan tanpa jasa apapun.

“LPM Tugu sebagai lembaga masyarakat mengajukan proposal untuk pengelolaan sampahnya sendiri. Lalu proposal itu diajukan kepada Pemkot dan setelah dikaji, ternyata layak untuk diberikan bantuan,” ujarnya.

Mengenai adanya pihak ketiga yang menjadi operatornya, Winwin mengatakan hal itu hak LPM. Kalau LPM mau bekerja sama dengan pihak ketiga, siapapun itu, kata dia, silahkan saja.

Namun ia tidak bersedia memberikan keterangan ketika pihak ketiga yang menjadi operatornya teman baik Nur Mahmudi Ismail.

“Wah, kalau itu saya tidak tahu,” akunya.

Mengenai penyimpangan SPPD, Winwin juga mengaku tidak mengerti.

Seharusnya, kalau yang menandatangani SPPD adalah staf, kata dia, yang harus pergi staf juga. “Jangan mau dong, tanda tangan tapi tidak jalan, itu namanya bodoh.”

Ditanya soal staf pendamping, Winwin menjelaskan hal itu diatur dalam Perda No.16/2003 yang menyatakan wali kota berhak mengangkat staf khusus, yang terdiri dari staf ahli dan staf pendamping.

“Untuk anggarannya, bisa bersumber dari APBD. Tapi karena dalam APBD   2006 ini tidak dianggarkan, bisa dimasukkan dalam perubahan anggaran,”  katanya. (SH/OL-02).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s