Berita Bank Sampah

Perlunya Bank Sampah

Sumber: http://www.suaradepok.com/ 27 Juni 2012 

DEPOK JAYA – Bank Sampah sangat diperlukan untuk membantu Pemkot Depok dalam hal penanggulangan sampah.

Hal itu disampaikan Linda, Camat Pancoran Mas dalam Rapat Minggon Kecamatan Pancoran Mas yang dilaksanakan di Kelurahan Depok Jaya, Rabu (27/6).

Pada kesempatan Minggon tersebut, juga dipaparkan bagaimana untuk mewujudkan Bank Sampah, manfaatnya, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, dan strategi mengatasi hambatan di lapangan.

“Bank sampah adalah wadah kegiatan dengan memanfaatkan fasos-fasum yang ada, dan merupakan gerakan bola salju, menuju Depok bersih dan Hijau” papar Linda.

Rapat Minggon dihadiri para Lurah di Kecamatan Pancoran Mas dan tokoh masyarakat di kelurahan Depok Jaya. (dennie)

Juli 2012

BCL ajak warga bentuk bank sampah

Sumber:  http://www.monitordepok.co.id/ 09 Juli 2012 

RANGKAPANJAYA, MONDE: Untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Pancoran Mas, warga diminta mulai aktif dan fokus dalam pengelolaan sampah dengan cara mandiri, salah satunya membentuk bank sampah di wilayah masing-msing.

Camat Pancoran Mas N Lienda Ratnanurdiany mengisyaratkan, TPA Cipayung suatu saat bakal tidak mampu lagi menampung sampah-sampah yang diproduksi warga Depok, untuk itu salah satu solusinya masyarakat mulai aktif dan serius menangani sampah secara mandiri.

Pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan, menurut dia, masyarakat harus dapat memperlakukan sampah sebagai barang yang bernilai ekonomi, seperti sampah organic bisa untuk pupuk dan sampah non-organik dapat didaur ulang.

“Kalau saja warga tahu sampah sangat bernilai ekonomi, tentu saja akan mendapat tempat yang istimewa, untuk itu perlu dibangun kesadaran pentingnya mengelola sampah secara mandiri diantaranya dengan membentuk bank-bank sampah di wilayah masing-masing,” kata Lienda kepada Monde di sela-sela kegiatan gerak jalan santai warga RW 04 Kelurahan Rangkapanjaya Baru, kemarin.

Dia merasa gembira dan senang sekarang ini sudah mulai terbentuk bank-bank sampah oleh masyarakat di sejumlah wilayah seperti RW 07 Kampung Pitara, Kelurahan Rangkepanjaya, Kampung Lio di Kelurahan Depok.

“Hal ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran anggota masyarakat untuk peduli dan memperlakukan sampah bukan lagi sebagai limbah,” kata Lienda.

Apabila masyarakat sudah menyadari betapa pentingnya mengelola sampah, menurut BCL sapaan akrab Camat Pancoran Mas itu, bukan tidak mungkin sampah pada suatu ketika kemungkinan sulit ditemukan di jalan-jalan karena sampah sudah menjadi barang berharga.

Lurah Rangkapanjaya Baru, Jaka Susanta mengatakan, pengelolaan sampah dengan cara mandiri sebagai langkah preventif apabila suatu ketika nanti TPA Cipayung tidak lagi bisa menampung sampah yang diproduk warga Depok.

“Di dalam undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah diantaranya mengisyaratkan sampah tidak boleh dibuang di TPA, tapi sudah harus dipilah dari rumah dan ditangani melalui UPS, sementara TPA hanya bisa menampung sampah-sampah berbahaya dan beracun,” paparnya.(mj)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s