Artikel GDM

Gerakan Depok Memilah

Sumber:  http://www.suaradepok.com/01 Maret 2012 

Setiap hari kita tak dapat lepas dari sampah, karena kita membuangnya baik di rumah atau dikantor dan dimanapun kita berada. Tidak heran ketika akan menimbulkan pencemaran tanah, air dan udara. Berdasar data yang ada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok pada tahun 2010 perkiraan timbulan sampah di Kota Depok sebesar 4250 M³ perhari dan akan terus meningkat dikarenakan terus meningkatnya jumlah penduduk di Kota Depok. Dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan setiap harinya Kota Depok hanya dapat menangani sebanyak 1590 M³ (37.4 %) perhari itu berarti masih tersisa 2660 M³ atau sekitar 62.6 % sampah yang tidak tertangani.

Selain itu Kota Depok juga menghadapi masalah mengenai kebutuhan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), adapun luas TPA Kota Depok adalah 11,6 Ha dan telah terpakai 9.6 Ha. Kondisi ini akan menjadi masalah besar yang dikarenakan terbatasnya lahan kosong yang dapat digunakan untuk dijadikan TPA Kota Depok.

Berdasarkan permasalahan diatas Pemerintah Kota Depok dalam menanggani masalah sampah telah menyusun beberapa kegiatan andalan yang diharapkan dapat menangani masalah sampah yang dihadapi. Adapun kegitan-kegiatan tersebut adalah Pembangunan dan mengoperasionalkan Unit Pengolahan Sampah (UPS) dan Gerakan Depok Memilah.

Kegiatan Pembangunan dan Operasional Unit Pengolahan Sampah ditujukan untuk mengolah sampah dari sumbernya dan berskala kawasan. Kota Depok sampai dengan tahun 2011 ini telah mengoperasionalkan sebanyak 20 UPS yang tersebar di 11 kecamatan se Kota Depok. Adapun kegiatan yang dilakukan di UPS adalah mengolah sampah organik dari masyarakat menjadi kompos dengan menggunakan teknologi yaitu mesin pengolah sampah. Operasional UPS bertujuan mengurangi sampah yang diangkut ke TPA sehingga dapat memperpanjang usia operasional TPA.

Sedangkan Kegiatan Gerakan Depok Memilah (GDM) adalah sebuah gerakan yang bermaksud mengajak masyarakat Kota Depok untuk sadar akan masalah sampah yang sedang dihadapi oleh Kota Depok. Isi dari kegiatan GDM antara lain Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga dengan menggunakan metode sederhana yaitu Takakura, yang sudah pasti didalamnya menekankan pada Gerakan Pemilahan Sampah dan 3R.

3 R adalah hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan dalam upaya mengurangi timbulan sampah dengan menerapkan prinsip 3R yaitu :

A. Reduce (mengurangi)

Coba cara-cara ini :

  • Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja.
  • Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis.
  • Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama

B. Re-use (Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!)

Coba cara-cara ini :

  • Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah.
  • Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus.
  • Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.

C. Recycle(Daur Ulang Sampah!)

Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Tapi bisa membantu dengan cara-cara ini :

  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang.
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang.
  • Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.

Berdasarkan Undang-undang No. 18 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah melarang adanya pembakaran sampah yang dikarenkan sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar.

Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan diatas diharapkan masyarakat Kota Depok semakin sadar bahwa masalah sampah jangan dianggap masalah yang sepele karena menyangkut kebersihan lingkungan kita serta tidak serta merta menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab penyelesaian masalah sampah kepada Pemerintah saja. Diperlukannya peran serta aktif dari masyarakat untuk membantu menyelesaikan masalah sampah yang ada di Kota Depok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s