Rahmi Sari Dewi

Evaluasi Ekonomi dan Sosial Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok.

Rahmi Sari Dewi

Sumber: http://docs.google.com/iirc.ipb.ac.id/

RINGKASAN

RAHMI SARI DEWI. Evaluasi Ekonomi dan Sosial Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Depok. (dibawah bimbingan YUSMAN SYAUKAT)

Kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah perkotaan membuat dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Daerah (Pemda) kota-kota besar di Indonesia mulai mencanangkan program pengelolaan sampah terpadu. Pemkot Depok menggulirkan program Sistem Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Terpadu (SIPESAT) pada tahun 2006. Salah satu pendekatan program SIPESAT dalam mereduksi volume sampah adalah dengan membangun Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang merupakan upaya mengubah paradigma pengelolaan sampah yang lama, yaitu kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-olah-manfaat. SIPESAT diubah namanya menjadi UPS pada awal tahun 2008.

Tujuan umum penelitian adalah untuk mengestimasi nilai manfaat ekonomisosial yang ditimbulkan oleh adanya UPS. Tujuan umum tersebut dicapai melalui tujuan-tujuan khusus, yaitu : 1) mengestimasi nilai ekonomi sampah yang dapat dihasilkan per-UPS dan Kota Depok jika sampah-sampah tersebut mendapat penanganan lebih lanjut yaitu melalui pemilahan sampah dan pengomposan sampah organik, 2) membandingkan antara manfaat dan biaya sistem pengelolaan sampah Kota Depok sistem UPS juga membandingkan dengan sistem pengelolaan sampah tanpa UPS, dan 3) mengevaluasi manfaat sosial keberadaan UPS  berdasarkan persepsi warga sekitar, jumlah tenaga kerja yang dapat terserap, dan perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah.

Penelitian mengambil lokasi di pilot project UPS RW 11 Griya Tugu Asri (GTA), Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Lokasi tersebut ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan keberadaan sistem baru yang terpadu dalam penanganan sampah untuk skala kota besar. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2008. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari survei pada responden di sekitar UPS RW 11. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, diantaranya buku referensi, laporan kegiatan, internet, serta informasi dari instansi terkait, seperti Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok, Pengelola UPS, dan lain-lain. Data primer yang diambil dengan teknik panduan wawancara dan responden yang dipilih berdasarkan metode judgement/purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 32 orang.

Potensi nilai ekonomi pengelolaan sampah dengan UPS yang sebenarnya ditunjukkan oleh nilai manfaat bersih yang dihasilkan per UPS dan Kota Depok. Total manfaat bersih (total net benefit) merupakan penjumlahan dari manfaat bersih kegiatan operasional UPS (operasional net benefit) ditambah biaya pengangkutan sampah yang dapat dihindarkan (avoided transportation cost). Analisis biaya-manfaat menggunakan parameter kelayakan suatu investasi dari aspek finansial (Gittinger, 1986), yaitu : 1) NPV; 2) Net B/C ratio; 3) IRR; dan 4)
Payback Period.

Persepsi responden dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil wawancara dan tabulasi deskriptif. Uji perubahan perilaku tersebut dilakukan dengan Uji nonparametrik dua sampel berhubungan McNemar. Perubahan perilaku responden dalam menangani sampah rumah tangganya dilihat dari perubahan perilaku responden antara sebelum dan sesudah adanya UPS di wilayah tempat tinggal responden. Perilaku yang dinilai perubahannya adalah perilaku membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, menyediakan wadah atau tempat sampah khusus di rumah untuk memudahkan pemilahan, menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan (reuse), meminimalkan penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja misalnya dengan membawa tas belanja tersendiri (reduce), dan terdorong atau melakukan pengomposan sampah organik dari sampah rumah tangganya.

UPS dengan volume sampah yang diolah sebesar 7,56 m3/hari mampu menghasilkan potensi nilai olahan sampah Rp 51.634.264 per tahun dan Rp 81.059.694.857 jika seluruh sampah domestik Kota Depok diolah lebih lanjut. Manfaat bersih pengolahan sampah Kota Depok, terdiri dari manfaat bersih operasional dan avoided transportation cost, yang dihasilkan mampu mencapai Rp 105.101.317.536 per tahun walaupun manfaat bersih dalam skala UPS bernilai negatif. Hal tersebut disebabkan tidak semua sampah domestik masyarakat Kota Depok dapat terlayani untuk diolah di UPS.

Jika volume sampah yang diolah di UPS RW 11 tetap sebesar 7,56 m3/hari selama lima tahun umur proyek, maka sistem UPS tidak layak untuk dilanjutkan. Oleh karenanya, dibutuhkan peningkatan volume sampah yang diolah pada tahun ketiga sebesar 120 persen. Skenario pengembangan UPS dibuat berdasarkan dua tujuan yaitu pencapaian skala ekonomi dan maksimisasi kapasitas olah (30 m3/hari).

Pemkot Depok berencana membangun 60 UPS, yang artinya mampu  menyerap 840 orang tenaga kerja. Manfaat langsung yang paling banyak dirasakan oleh 50 persen responden adalah tidak terjadi penumpukan sampah. Dampak negatif yang dirasakan amat menganggu bagi 62,5 persen responden adalah timbulnya bau yang tidak sedap. Berdasarkan uji McNemar, maka perubahan perilaku yang nyata/signifikan adalah memilah sampah rumah tangga dan menyediakan wadah atau tempat sampah khusus di rumah untuk memudahkan pemilahan.

Volume sampah yang diolah di UPS atau persentase hasil olahan sampahditingkatkan agar program UPS dapat mencapai skala ekonomi. Pembangunan UPS di seluruh wilayah Kota Depok hendaknya diteruskan oleh Pemkot Depok agar manfaat bersih pengolahan sampah sistem UPS dan peningkatan cakupan pelayanan sampah untuk wilayah Kota Depok dapat tercapai. Hasil olahan  sampah harus memiliki pasar dan permintaan yang jelas sehingga UPS dapat membiayai kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan. Sosialisasi keberadaan produk olahan sampah harus digalakkan. Pemkot dapat bermitra dengan lembaga keuangan yang juga peduli dengan isu lingkungan dan koperasi agar mendapat kemudahan akses pendanaan dan pemasaran. Pemkot perlu melakukan evaluasi pada UPS-UPS yang telah berjalan khususnya pada aspek dampak lingkungan  gar penolakan masyarakat sekitar UPS dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s