UPS Cinere

Tiga tahun merana, ahli waris bersikap

Lahan UPS Cinere akan dijual

Oleh Asti Ediawan,  http://www.monitordepok.co.id/ 24 Juli 2012

CINERE, MONDE: Lebih dari Rp350 juta uang rakyat yang digelontorkan Pemerintah Kota Depok untuk membiayai Pembangunan Unit Sampah (UPS) Cinere terancam hilang sia-sia.

Pasalnya, bangunan yang berdiri diatas lahan seluas 500 m² milik sembilan ahli waris keturunan Saidin bin Rimin di Jalan Bukit Cinere RT 02/03 Kelurahan Cinere bakal dijual oleh para ahli waris lantaran tidak adanya kejelasan terkait rencana pembelian lahan yang pernah dijanjikan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok.

Ketidakjelasan ini muncul sejak rencana dinas terkait untuk membeli seluruh lahan itu terlontarkan. Namun, hingga kini tidak ada kepastian kelanjutan rencana pembangunan UPS.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Maryadi sudah melakukan lobi ke pihak ahli waris lahan atas permintaan DKP. “Tiga bulan silam muncul wacana bahwa lahan itu akan dibeli oleh Pemkot dan atas rencana itu saya diminta oleh salah seorang pejabat di DKP untuk mengabarkan kepada pihak ahli waris. Maka saya langsung mendatangi rumah seluruh ahli waris. Alhamdulillah, semua ahli waris setuju dan sepakat berminat menjual lahan tersebut. Namun apa lacur? Setelah semua ahli waris setuju, justru rencana ini mandek dan tak lagi terdengar kelanjutannya,” papar Maryadi.

Saat dikonfirmasi salah seorang ahli waris lahan UPS Cinere Rojalih mengaku akan menjual lahan itu dengan siapapun yang berminat. Pasalnya menurut Rojalih, sejak hanggar UPS itu dibangun pada 4 November 2009 silam, tidak ada sedikitpun perjanjian atau kesepakatan terkait lahan yang digunakan oleh DKP untuk bangunan hanggar UPS tersebut.

“Siapapun yang berminat membeli lahan itu silahkan bernegosiasi dengan kami. Tentang bangunan UPS itu bagi kami, sama saja tidak ada karena dalam pembangunannya dulu tidak ada kesepakatan apa-apa bahkan waktu itu pembangunan dilakukan tanpa persetujuan ahli waris,” beber Rojalih.

Ditegaskan dia, belum lama ini seluruh ahli waris lahan seluas total 2.500 m² itu telah melakukan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan untuk menjual lahan. Uang hasil penjualan akan dibagikan kesemua ahli waris sesuai haknya masing-masing.

“Kami sudah sepakat untuk menjual lahan itu karena sampai sekarang belum ada ikatan apa-apa dengan siapapun. Kepada siapapun yang berminat kiranya dapat menghubungi kami selaku ahli waris lahan,” tutur Rojalih.

Ungkapan senada juga dikatakan Romanih yang juga merupakan salah seorang ahli waris lahan tersebut. Menurut Romanih jika mau hitung-hitungan secara ekonomi sebenarnya pihak ahli waris sudah dirugikan atas keberadaan bangunan hanggar UPS tersebut.

Ini dikarenakan, jika tidak ada bangunan UPS, maka lahannya dapat dioptimalkan untuk disewakan kepada pemulung. Tapi dengan adanya bangunan itu, lahan tersebut menjadi tidak produktif. (ast)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s