UPS Jalan Jawa

November 2008

Warga Depok Stop Pembangunan UPS

Dadan Muhammad Ramdan
Sumber:http://international.okezone.com/18 November 2008 

DEPOK- Puluhan warga Perumnas Depok menghentikan pembangunan unit pengolahan sampah (UPS) dikarenakan tidak ada sosialisasi dari Pemkot Depok kepada warga setempat.

Warga juga keberatan terhadap pembangunan UPS di Jalan Jawa, Kecamatan Beji itu, karena lokasinya dekat dengan pemukiman. Warga khawatir UPS tersebut nantinya menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas kepada masyarakat.

Puluhan warga mendatangi lokasi UPS dan menghentikan proses pembangunan karena tidak ada sosialisasi sebelumnya,” ujar Rusdi, warga setempat saat dihubungi okezone, Selasa (18/11/2008).

Dia mengatakan warga melarang para pekerja melanjutkan pembangunan dengan cara menutup lokasi itu, yang selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Menurut Rusdi, warga menyayangkan sikap Pemkot Depok dan pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut, karena tidak ada basa-basi. “Lokasi UPS ini berada di RW 7-9 Kelurahan Beji, berdampingan dengan sekolah SDN Beji 4-7,” kata Rudi.

Sebenarnya, kata Rusdi, warga bukan menolak UPS, melainkan sikap Pemkot Depok dan pihak kontraktor yang tidak melibatkan warga, serta tidak ada sosialisasi sehingga mendapat penolakan.

Keberatan warga terhadap pembangunan UPS juga datang dari warga Perumahan Cipayung, Depok II. Sedikinta 300 warga menggelar unjuk rasa pada Minggu (9/11/2008) menolak pembangunan UPS di Jl Merdeka I, Abadijaya, Sukmajaya yang hanya berjarak 6 meter dari pemukiman warga.

Hal serupa terjadi di RW 16 Kelurahan Tapos, Cimangis yang memrotes keberadaan UPS yang dibangun di pengembang Perumahan Rapfles Hill. (ram)

Juni 2009

Mesin Pengolahan UPS Rusak, Sampah Menumpuk

Sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/  24 Juni 2009 

DEPOK, (PRLM).- Gara-gara rusaknya mesin pengolahan sampah Unit Pengolahan Sampah (UPS) Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Kec. Beji, Kota Depok, menyebabkan menumpuknya sampah dan mengeluarkan bau busuk.

“Sudah sepuluh hari sampah dibiarkan menumpuk di depan hanggar UPS. Ketinggiannya bisa mencapai lima meter. Kami selalu menghirup bau tak sedap,” kata Maman Abdurahman, warga RT10/16, Kelurahan Beji, Kec. Beji, Rabu (24/6).

Menurut Maman, sampah yang diangkat menggunakan grobak dari 16 RW di Kelurahan Beji itu, sudah berhari-hari dibiarkan menumpuk di depan hanggar UPS. Akibatnya, sampah membusuk dan menyebarkan bau menyengat.

Maman menambahkan, seharusnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok secara pro aktif memperbaiki mesin UPS. Sebab, lokasi UPS Jalan Jawa berdekatan dengan SDN Beji IV, V, dan VI, SMP 66, serta SMA Printis. “Kalau bau menyengat seperti ini terus dibiarkan bagaimana para pelajar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik,” ucapnya.

Sementara saat ditemui di lokasi, Koordinator Kebersihan UPS Jalan Jawa Iwan Hermawan mengaku sudah sepuluh hari mesin UPS dan alat berat pengeruk sampah rusak. Sehingga sampah dibiarkan menumpuk di depan hanggar sampai alat tersebut diperbaiki. “Proses perbaikan memakan waktu lama, makanya kita mengambil inisiatif mengangkut sampah yang menumpuk di depan UPS dibawa ke TPA Cipayung,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Hanny Hamidah menjelaskan, tampungan UPS Jalan Jawa mencakup 16 RW di Kelurahan Beji dan beberapa kelurahan lainnya. “Kita sedang berusaha memperbaiki,” tuturnya. (A-163/das)***

Mesin UPS Rusak, Sampah Menumpuk di Depok

Marieska Harya Virdhani – Okezone
Sumber: http://news.okezone.com/ 24 Juni 2009  

DEPOK – Mesin unit pengolahan sampah (UPS) di Jalan Jawa, Kecamatan Beji, Depok rusak. Akibatnya, sampah di area UPS seluas ratusan meter kubik menumpuk selama empat hari.

Ratusan warga di sekitar unit pengolahan sampah di RT7, RT8, dan RT9 di kecamatan tersebut merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang semakin menggunung. Hal ini terjadi karena kerusakan mesin pemindah sampah (sovel) dan salah satu komponen alat pengolah sampah rusak.

“Karet mesin pengolah sampah rusak dan sempat tak beroperasi. Sebelumnya alat beratnya rusak karena sudah tua,” ujar Koordinator Kebersihan Kecamatan Beji Iwan Hermawan, Rabu (24/6/2009).

Dia mengaku, sudah mengajukan penggantian alat berat tersebut pada Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Yusmanto. Namun, masih belum disetujui karena dananya terbatas. Sedangkan akibat karet dalam komponen mesin pengolah sampah yang aus, operasionalisasi pengolahan terganggu.

Kerja jadi tak efektif, ujar Iwan, biasanya tiap hari bisa mengolah sampah sekitar 60 m2 dari 52 gerobak, tapi sekarang hanya bisa setengahnya saja. Sampah yang terolah hanya sampah organik dan basah, sisanya yang berupa sampah plastik diangkut ke TPA Cipayung.

Alhasil, hingga Selasa lalu (23/6), tumpukan sampah mencapai sekitar dua meter. Volume sampah berkurang pada Rabu siang tadi setelah DKP meminjam alat berat pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Yusmanto mengakui penumpukan dan keterlambatan sampah terjadi sejak 10 hari lalu karena alat berat pengangkat sampah mengalami rusak berat.

“Alat tersebut hasil hibah tahun 1986 dari Kabupaten Bogor dan sudah diperbaiki,” ujarnya. (lsi)

Ratusan Siswa di Depok Terganggu Tumpukan Sampah

Marieska Harya Virdhani – Okezone
Rabu, http://news.okezone.com/ 24 Juni 2009  

DEPOK – Sebanyak 6 sekolah di sekitar area Unit Pengolahan Sampah (UPS) terkena dampak langsung tumpukan ratusan kubik sampah di Jalan Jawa Beji Depok. Hal itu lantaran rusaknya mesin pengolah sampah di UPS selama 4 hari.

Letak UPS berdekatan dengan fasilitas umum seperti pemakaman, dan enam sekolah, di antaranya, SDN Beji 4,5,6,7, SMP Enam Enam dan SMU Perintis serta lapangan bola yang terlihat tak ideal. Bahkan bau sampah mulai tercium 500 meter di jalan masuk sekitar lingkungan warga.

“Selama dua hari ini, kegiatan belajar mengajar terganggu dengan bau menyengat dan lalat yang beterbangan ke dalam area sekolah, saya juga tadinya bertanya-tanya kenapa kok akhir-akhir ini tambah bau, dan anak-anak mengeluhkan pusing akibat bau,” terang Kepala Sekolah SDN Beji 7 Siti Aisyah di Depok, Rabu (24/6/2009).

Hal ini diamini pula oleh seorang siswa SDN Beji 4, Rizky Fajar (11). Dia mengaku konsentrasinya menurun saat di kelas karena bau sampah. Begitu pula saat ia jajan di kantin sekolah. Rizky merasa jijik karena lalat hinggap di makanan.

Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan DKP Hanny Hamidah menjelaskan, tampungan TPS Jalan Jawa mencakup 16 RW dari beberapa kelurahan di Depok Utara dan Beji Timur. Sisa sampah yang belum terangkut akibat kerusakan mesin tinggal 30 truk atau setara 34,5 m2.

UPS yang diresmikan November lalu itu dibangun standar dengan ukuran 18 x 30 meter setinggi tiga hingga empat meter. “Ukuran tersebut meminimalisir dampak buruk bagi warga sekitarnya,” ujar Hanny yang berharap kejadian ini tak terulang lagi dengan pengadaan mesin baru.
(ram)

Warga Protes Bau Sampah UPS

Sumber: http://www.republika.co.id/ 25 Juni 2009 

DEPOK — Ratusan warga di sekitar unit pengolahan sampah di RT 7, RT 8, dan RT 9 Jalan Jawa, Beji, Depok merasa terganggu dengan tumpukan sampah yang menggunung sepekan terakhir. Hal ini terjadi karena kerusakan mesin pemindah sampah (sovel) dan salah satu komponen alat pengolah sampah rusak.

‘’Karet mesin pengolah sampah rusak dan sempat tak beroperasi. Sebelumnya alat beratnya rusak karena sudah tua,” ujar Koordinator Kebersihan Kecamatan Beji Iwan Hermawan, Rabu (24/6).

Menurutnya, ia sudah mengajukan penggantian alat berat tersebut pada Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Yusmanto. Namun, masih belum disetujui karena dananya terbatas. Sedangkan akibat karet dalam komponen mesin pengolah sampah yang aus, operasionalisasi pengolahan terganggu.

Kerja jadi tak efektif, ujar Iwan, biasanya tiap hari bisa mengolah sampah sekitar 60 m2 dari 52 gerobak, tapi sekarang hanya bisa setengahnya saja. Sampah yang terolah hanya sampah organik dan basah, sisanya yang berupa sampah plastik diangkut ke TPA Cipayung.

Walhasil, hingga Selasa lalu (23/6), tumpukan sampah mencapai sekitar dua meter. Volume sampah berkurang pada Rabu siang (24/6) setelah DKP meminjam alat berat pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Yusmanto mengakui penumpukan dan keterlambatan sampah terjadi sekitar 10 hari lalu karena alat berat pengangkat sampah mengalami rusak berat. “Alat tersebut hasil hibah tahun 1986 dari Kabupaten Bogor dan sudah diperbaiki,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kabid Kebersihan DKP Hanny Hamidah menjelaskan, tampungan TPS Jalan Jawa mencakup 16 RW dari beberapa kelurahan di Depok Utara dan Beji Timur. Hanny menjelaskan, sisa sampah yang belum terangkut akibat kerusakan mesin tadi tinggal 30 truk atau setara 34,5 m2. c84/ahi

Sampah Menggunung di Beji

Jurnal Nasional – 25 Juni 2009
Sumber: http://www.digilib-ampl.net/   

KERUSAKAN mesin pengolahan sampah Unit Pengolahan Sampah (UPS) Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, menyebabkan sampah tidak dapat diproses. Terhitung sudah 10 hari sampah dibiarkan menumpuk di depan hanggar UPS.

“Ketinggiannya bisa mencapai lima meter. Kami selalu menghirup bau tak sedap,” kata Maman Abdurahman, warga RT10/16, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Rabu (24/6). Sampah yang diangkat menggunakan gerobak dari 16 RW di Kelurahan Beji itu, sudah berhari-hari dibiarkan menumpuk di depan hanggar UPS.

Akibatnya, sampah membusuk dan menyebarkan bau menyengat. “Kami berulang kali telah meminta pembetulan mesin UPS dan alat beratnya, tapi hingga hari ini belum dapat dioperasikan,” katanya. Penumpukan sampah sudah mengganggu proses belajar mengajar.

Sebab, lokasi UPS Jalan Jawa berdekatan dengan sejumlah sekolah, seperti SDN Beji IV, V, dan VI, SMP 66, serta SMA Printis. Siswa kelas V, SDN Beji IV, Rizki Fajar (11) mengaku jam 7.30 sampai 11.00 ia dan teman-temannya mulai diserang bau tak sedap.

“Saya sering pusing dan mual kalau ikut belajar di jam itu,” katanya. Rizki mengatakan, dua hari lalu sampah menumpuk di luar gedung UPS. “Mirip gunung,” katanya sambil tertawa. Ditemui di lokasi, Koordinator Kebersihan UPS Jalan Jawa Iwan Hermawan mengaku sudah sepuluh hari mesin UPS dan alat berat pengeruk sampah rusak.

Sehingga sampah dibiarkan menumpuk di depan hanggar sampai alat tersebut diperbaiki. “Proses perbaikan memakan waktu lama, makanya kita mengambil inisiatif mengangkut sampah yang menumpuk di depan UPS dibawa ke TPA Cipayung,” katanya.

Kerusakan mesin membuat residu sampah plastik tak bisa tergiling dengan baik. Sehingga petugas terpaksa memotong karet penggiling sampah. “UPS Jalan Jawa biasanya dapat mengolah 30 kubik sampah per harinya. Kalau sudah sepuluh hari tak beroperasi berarti sudah 300 kubik sampah yang menumpuk di depan hanggar,” katanya.

Dia mengaku telah melaporkan kerusakan mesin tersebut pada Dinas Kebersihan. “Saya sudah lapor, tapi jawabannya disuruh nunggu,” katanya. Seorang mekanik alat berat bernama Ulam Pakpahan mengaku kesulitan membenahi alat berat buatan Belanda tahun 1986 itu.

“Ini alat pengeruk sampah tua. Lagian spare parts-nya sudah tidak diproduksi. Kalaupun bisa dibetulin ya lama, paling cepat 20 hari,” katanya. Ia berharap Dinas Kebersihan mau membeli mesin pengeruk baru. “Sebaiknya beli alat baru,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hanny Hamidah menjelaskan, tampungan UPS Jalan Jawa mencakup 16 RW di Kelurahan Beji dan beberapa kelurahan lainnya. “Kita sedang berusaha memperbaiki,” tuturnya. Hal senada juga dilontarkan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan Yusmanto. Iskandar Haji Abdul Mutalib

Warga Hirup Bau Busuk

Sumber: http://www.wartakota.co.id/ 25 Juni 2009

Depok, Warta Kota

Bau busuk timbunan sampah di sekitar Unit Pengolahan Sampah (UPS) Beji, Kota Depok, dikeluhkan warga. Tak hanya warga setempat, murid SDN Beji VII juga terganggu dengan bau busuk itu.

Ratih (27), warga Jalan Jawa, Depok, mengatakan, sudah dua hari ini bau busuk tercium dari UPS tersebut. Bau itu membuat perut menjadi mual. ”Baunya sangat menyengat. Kalau begini lebih baik UPS-nya dipindahin saja ke tempat lain, jauh dari perumahan warga,” keluh Ratih, Rabu (24/6).

Kepala SDN Beji VII Siti Aisyah juga menyatakan, orangtua murid dan para muridnya mengeluhkan bau busuk dari UPS tersebut. Untuk mengurangi bau busuk itu, maka ia memasang pengharum ruangan di setiap kelas.

”Sudah dua hari ini bau sampah mengganggu. Kalau mengganggu seperti ini, lebih baik UPS-nya dipindahin saja. Beruntung bau sampah itu tidak memengaruhi minat calon siswa masuk ke sekolah kami,” kata Siti.

Koordinator Kebersihan Kecamatan Beji Iwan Hermawan menjelaskan, adanya tumpukan sampah di luar lokasi UPS itu akibat rusaknya mesin pengolah sampah di UPS tersebut. Mesin itu sudah rusak selama empat hari. Jika mesin UPS itu tidak rusak maka sampah yang dibawa dari gerobak langsung dimasukkan ke gedung UPS. Ditambah lagi mobil alat pengangkut berat rusak, sehingga tumpukan sampah itu tidak bisa diangkut ke truk sampah.

”Kami sudah melaporkan hal ini kepada dinas kebersihan, tapi hingga kini belum diperbaiki,” kata Iwan.

Untuk mengangkut tumpukan sampah itu, pihaknya telah mengajukan pinjaman mobil pengangkut dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam Kota Depok pada Rabu (24/6) kemarin.

”UPS tersebut berkapasitas 30 meter kubik per hari. Namun jumlah sampah yang datang sebanyak 60 meter kubik atau 52 gerobak sampah. Sisanya 30 meter kubik dibawa ke TPA Cipayung,” tutur Iwan.

Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota (DKP) Depok Hanny Hamidah menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki mesin yang rusak tersebut. Selain itu, gedung UPS itu akan diperbesar agar bisa menampung semua sampah yang datang.

Kabid Sarana dan Prasarana DKP Yusmanto menambahkan, penumpukan sampah sudah terjadi 10 hari karena alat berat pengangkut sampah atau sovel rusak. Kendaraan berat itu dibeli dari Pemkab Bogor tahun 1986.

UPS tersebut berada di pinggir lapangan sepak bola Jalan Jawa. Di sisi kirinya terdapat SD dan sisi kanannya ada TK. Pantauan Warta Kota, kemarin, dari mulut Jalan Jawa bau busuk sudah tercium. Karena berada di dalam lingkungan perumahan, tepatnya Perumnas Depok Utara, bau busuk itu sangat mengganggu warga setempat. (Dody Hasanudin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s