UPS Kampung Sasak

Aksi Penolakan Lokasi UPS Graha Cinere, Cinere

Sumber: http://finance.groups.yahoo.com/   

Kepada Yth;

Rekan-Rekan Jurnalis
Di tempat.

Bersama ini kami bermaksud menginformasikan & mengharapkan kehadiran rekan-rekan sekalian atas rencana aksi penolakan lokasi UPS (Unit Pengolahan Sampah) yang berada di sekitar lingkungan perumahan Graha Cinere, Cinere-Depok pada hari Minggu, 25 Januari 2008, pukul 10.00 pagi.

Aksi ini kami lakukan mengingat berbagai upaya mediasi telah dilalui (Dari Kelurahan, Kecamatan, Walikota, DPRD) tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapan positif dari pihak pemerintah.

Banyak hal yang berkaitan dengan proses pembangunan UPS yang sangat tidak transparan, kecenderungan cacat hukum serta dampak lingkungan yang akan terjadi jika UPS tersebut jadi beroperasi di lingkungan kami.

Terlampir juga surat undangan dari pihak ketua RT 04 dimana wilayah ini yang paling berdekatan dengan lokasi UPS.

Untuk lebih lanjut atau detil lokasi dapat menghubungi saya via e-mail ini atau hp 021-71144892.

Demikian kami sampaikan, atas kehadiran dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.

Salam,
Dita

Warga Cinere Tuntut Relokasi Pembuangan Sampah

Sumber: http://www.tempo.co/ 25 Januari 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Lebih dari 100 warga Cinere melakukan unjuk rasa di lokasi Unit Pembuangan Sampah (UPS), Kampung sasak, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok, Minggu (25/1) siang. Mereka menuntut adanya relokasi tempat UPS.

“Kami ingin tempat UPS pindah ke tempat lain yang sesuai dengan lingkungan hidup,” kata Ina, salah satu warga Perumahan Graha Cinere yang ikut berunjuk rasa, saat dihubungi Minggu (25/1). Menurutnya, pendirian UPS di lokasi tersebut aneh karena tidak ada sosialisasi kepada warga sebelumnya. “Hanya yang punya tanah yang diajak diskusi,” ujarnya. Padahal, Dia menambahkan, persoalan sampah membawa dampak yang besar karena bisa juga mencemari air tanah di sekitarnya.

Menurut Ina, yang mengaku mempunyai pengalaman sebagai praktisi lingkungan, mengatakan bahwa pendirian UPS harus berjarak minimal sekitar 500 meter dari perumahan terdekat. Akan tetapi, pendirian tersebut hanya berjarak 10 meter dari perumahan terdekat.

Dalam unjuk rasa itu warga melakukan aksi simbolik menyegel lokasi dan memasang spanduk yang intinya menuntut relokasi UPS. Menurut Ina, UPS tersebut mulai didirikan sejak 15 Oktober 2008. “Tapi warga baru tahu November kemarin,” ujarnya.

Dia menambahkan, warga telah mengirimkan surat kepada Walikota, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH), dan DPRD pada bulan Desember kemarin. “Sampai sekarang belum ada respon,” ujarnya. Rencananya, surat akan kembali dikirimkan ke tingkat propinsi kalau respon tidak segera muncul. “Kami berharap, Lurah Zainudin bisa menjadi jembatan antara warga dan pemerintah,” katanya menambahkan.
RINA WIDIASTUTI

Warga Graha Cinere Tolak Pembangunan Pengolahan Sampah

Sumber: http://berita.liputan6.com/ 25 Januari 2009

Liputan6.com, Depok: Aksi penolakan Unit pengolahan sampah atau UPS kembali terjadi. Ratusan warga Perumahan Graha Cinere, Depok, Jawa Barat, Ahad (25/1), menyegel lokasi pengolahan sampah wilayah tersebut. Mereka menolak pembangunan UPS yang dinilai mengganggu lingkungan.

Protes warga digelar dengan membentangkan spanduk dan poster. Penjelasan lurah setempat justru memicu ketegangan dan nyaris bentrok. Sang lurah bersikukuh pembangunan unit pengolahan sampah dilanjutkan, sedangkan warga menolak dan meminta lokasi pengolahan sampah dipindahkan.

Penolakan warga merupakan lanjutan aksi penolakan sebelumnya. Sementara unit pengolahan sampah di Limo, Depok, ini dianggap jadi kebutuhan mendesak yang diharapkan mampu mengolah sampah dari beberapa kelurahan di sekitarnya.(IKA/Nahyudi)

Warga Depok Kembali Unjuk Rasa Tolak Unit Pengolahan Sampah

Sumber: http://www.antaranews.com/ 26 Januari 2009 

Depok (ANTARA News) – Sekitar 200 warga di Jalan Kampung Sasak RT 3 RW 6 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu melakukan aksi unjuk rasa menolak pembangunan proyek Unit Pengolahan Sampah (UPS).

Koordinator unjuk rasa Yahya, di Depok, Minggu mengatakan warga menuntut alih fungsi UPS agar direlokasi dari perumahan paling tidak satu kilometer dari perumahan.

“Sesuai dengan UU Persampahan, pengeloalaan sampah harus berjarak satu kilometer dari permuhahan,” jelasnya.

Yahya mengatakan pembangunan unit pengelolaan sampah (UPS) yang berdiri seluas 70×50 meter di belakang perumahan Graha Cinere, Depok tersebut sangat meresahkan warga karena akan berdampak dengan kesehatan.

“Bau sampah pasti akan menyengat, ini akan berdampak pada kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Limo, Zainudin, mengatakan, proyek ini pada dasarnya bagus untuk mengolah sampah, sistem daur ulang, serta memilah sampah menjadi kompos, dan bisa mengurangi kapasitas sampah di TPA Cipayung.

“Proyek tersebut akan terus jalan walaupun warga menolak,” ujarnya.

Menurut dia, agar proyek tersebut berjalan mulus dan diterima masyarakat memang perlu sosialisasi dan pemahaman warga, dengan cara persuasif.

Ia menjelaskan beberapa wilayah di Kota Depok lainnya seperti di Cimanggis berjalan dengan baik tanpa ada protes dari warga sekitar.

Sebelumnya penolakan warga terhadap proyek pembangunan UPS adalah di Perumahan Bukit Rivaria, Kecamatan Sawangan, dan Perumahan taman Cipayung, Kecamatan Sukmajaya.(*)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s