UPS Sukmajaya

Warga Depok Tolak UPS

Sumber: http://matanews.com/ 20 November 2008

Tak henti-hentinya permasalahan menimpa kota Depok, mulai dari semerawutnya pemasangan spanduk dan baliho yang membuat kotor tata kota hingga buruknya jalur transportasi yang membahayakan bagi pengguna jalan khususnya di wilayah Kecamatan Limo. Para pengendara, khususnya sepeda motor harus ekstra hati-hati bila melewati jalur ini.

Kini, ratusan warga Perumahan Taman Cipayung RW 27, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat menolak pembangunan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) di sekitar rumah mereka.

“Kami menolak dengan tegas pembangunan UPS di dekat lokasi perumahan,” kata Ketua RW 27 Rudi Ardiyanto di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Depok, Rabu.

Para pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian serba hitam dan masker berwarna hijau tersebut berorasi dan meminta anggota dewan menerima mereka untuk beraudiensi.

Spanduk dan kertas karton dengan bermacam-macam tulisan yang bernada kecaman terhadap Pemkot Depok diusung pendemo seperti `Walikota Jangan Jadikan Rakyat Obyek UPS Demi Proyek,` Walikota Jangan Kejar Setoran Demi realisasi Proyek.

Rudi mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai pihak seperti wakil walikota, camat, lurah, dan Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Depok tapi hingga kini tidak pernah ada tanggapan apapun.

“Untuk itu kami mendatangi wakil rakyat,” katanya.

Pembangunan UPS di lokasi dekat perumahan, kata dia, berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, aroma tidak sedap tercium sepanjang hari belum lagi banyaknya lalat pembawa penyakit.

Pembangunan UPS tersebut tidak ada sosialisasi sama sekali dari pihak pemerintah kota.

“Tahu-tahu sudah ada pembangunan pondasi UPS. Pengerjaannya juga dilakukan tengah malam, seperti siluman saja,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa tersebut, Arief Budiman mengatakan, mereka tidak menolak pembangunan UPS tetapi meminta agar lokasinya dipindahkan ke tempat lain.

“Pembangunan UPS hendakanya jauh dari pemukiman warga. Sementara lokasi UPS tersebut hanya berjarak lima meter dari perumahan warga sehingga sangat menganggu sekali aktivitas warga,” ujarnya.

Hal senada dikatakan warga Taman Cipayung, Ganjar Samuni yakni UPS ini akan membuat lingkungan tidak sehat dan terhadap nilai ekonomi rumah di sekitar karane nantinya tidak ada yang akan tertarik membeli perumahan tersebut karena dekat dengan tempat pembuangan sampah.

“Kalau sewaktu-waktu kami ingin menjual rumah kami, akan sulit laku atau nilainya sangat rendah,” katanya.

Ia menilai bahwa proyek UPS merupakan industri pengolahan sampah yang ganas pada lingkungan karena akan menciptakan lingkungan yang kotor dan berbau sehingga rawan terhadap berbagai macam penyakit.

“Kami semua di sini sepakat untuk menolak UPS dan minta Pemkot Depok menghentikan dan memindahkan UPS tersebut ke lokasi lain,” katanya. (AS/ant)

Warga Depok Kembali Gugat UPS 

Sumber: http://iskandarhadji.blogspot.com/ 30 September 2010

DEPOK, Keberadaan Unit Pengolahan Sampah (UPS) kembali digugat. Kali ini warga perumahan Taman Cipayung, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, mengeluhkan UPS Sukmajaya. Pasalnya, UPS tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sampah dari 15 RW di dua kelurahan dibiarkan begitu saja di lokasi tersebut. Padahal, seharusnya sampah disortir dan dikelola. Setiap harinya UPS menampung 6 kubik sampah dari Kelurahan Abadi Jaya dan Mekar Jaya. Namun, sampah tersebut hanya dibiarkan hingga diangkut kembali dan dibuang ke TPA Cipayung. Sampah yang menumpuk hingga berhari-hari dikeluhkan warga Perumahan Taman Cipayung lantaran bau busuk menyengat. Letak perumahan tersebut tepat di belakang UPS Sukmajaya.

Ahmad Fajri, warga Perumahan Taman Cipayung mengaku sangat terganggu dengan bau tumpukan sampah. Kondisi tersebut mulai dirasakan Fajri dan keluarga sejak UPS berdiri. Bahkan pembangunan UPS sempat ditentang warga. “Sampai sekarang juga tidak berfungsi sebagaiman mestinya. Sampah tidak dikelola,melainkan hanya ditampung sementara. Kalau tidak diangkut setiap hari maka kami yang mencium bau busuk sampah,” kata Fajri, Kamis (30/9).

Lebih lanjut dituturkan ayah dua anak ini, keluarganya sering kali mengeluh jika bau sudah sangat menyengat. Untuk itu dia meminta agar UPS tersebut ditutup. “Lebih baik ditutup saja. Daripada seperti sekarang malah bikin bau. Polusi udara,” ucapnya.
Demikian halnya dengan penuturan Sukarno yang menilai keberadaan UPS tepat di belakang komplek rumahnya sangat tidak ideal. Selain menimbulkan bau tidak enak, dia menilai UPS Sukmajaya diduga menjadi tempat tinggal warga luar perumahan. Untuk itu dirinya juga sepakat UPS ditutup saja. “Kalau tidak ditutup, kami khawatir nantinya dijadikan tempat tinggal,” kata Karno.

Menurut dia, penutupan UPS telah disepakati warga komplek Perumahan Taman Cipayung. Bahkan warga meminta calon wali kota mendatang dapat merealisasikan hal tersebut. Aspirasi warga ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan antara warga dan Badrul Kamal. “Kami mendukung calon wali kota yang dengan tegas berani menutup UPS ini,” tegasnya.

Pengawas UPS Sukmajaya, Madih menuturkan UPS Sukmajaya hanya menjadi penampungan sementara saja sebelum akhirnya diangkut ke TPA Cipayung. “Ini hanya TPS, bukan UPS,” tandasnya. Dia menambahkan, belum berfungsinya UPS disebabkan keterbatasan anggaran. Padahal, mesin penggiling dan pengayak sudah ada sejak lama. Bahkan 14 orang pekerja juga sudah tersedia. “Memang belum berjalan. Mungkin bulan depan sudah mulai,” aku Madih.

Ditemui terpisah, Badrul Kamal menyatakan kesiapan untuk merealisasikan permintaan warga. Bahkan dirinya telah menandatangani kontrak politik dengan warga Perumahan Taman Cipayung. “Saya siap mencabut UPS Sukmajaya karena sudah tidak berfungsi,” kata Badrul. Dia sangat mengerti keluhan warga yang merasa terganggu dengan bau menyengat setiap hari. Terlebih, lanjut Badrul, warga melapor lokasi tersebut disinyalir menjadi tempat tinggal warga luar perumahan. “Saya mengerti apa yang menjadi kehendak warga. Saya pun ingin Depok menjadi perumahan yang asri, tertata dan hijau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s