UPS UI

Januari 2011

Pemkot Depok akan Bangun UPS di UI

Sumber:  http://www.mediaindonesia.com/ 04 Januari 2011

DEPOK–MICOM: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan membangun Unit Pengolahan Sampah (UPS) di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI).

“Pihak UI telah menyiapkan lahannya, pembangunan UPS atas dasar permintaan pihak UI sendiri,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Ridwan, Selasa (4/1).

Ia mengatakan, sampah yang dihasilkan di lingkungan UI cukup banyak. Karenanya UI meminta Pemkot Depok membuatkan UPS khusus untuk warga lingkungan UI. Nantinya, kata dia, UPS UI hanya menampung sampah-sampah dari warga UI sendiri, tidak termasuk warga di luar UI.

Ia mengakui dari 18 UPS yang sudah dibangun pada 2009, masih ada beberapa UPS yang tidak beroperasi karena berbagai macam kendala seperti UPS di Jalan Merdeka, Sukmajaya yang selalu mendapat protes dari warga sekitar. Namun demikian, lanjut Ridwan, pihaknya selalu berupaya melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa keberadaan UPS adalah demi kepentingan bersama dari masyarakat untuk masyarakat.

“Kita terus melakukan sosialisasi agar masyarakat menyadari pentingnya UPS tersebut,” katanya. Dikatakannya pada 2011 pihaknya berencana membangun sebanyak 15 hanggar Unit Pengolahan Sampah yang tersebar di lima kecamatan, yaitu kecamatan Sawangan, Bojongsari, Cimanggis, Cipayung, dan Tapos.

Ia menjelaskan untuk pembangunan setiap hangar telah dianggarkan sebesar Rp500 juta hingga Rp600 juta. Nilai anggaran tersebut, kata Ridwan, belum termasuk untuk pengadaan mesin pencacah sampah. Menurut dia, meningkatnya sampah di Depok karena bertambahnya jumlah penduduk dalam satu hari Depok menghasilkan sampah sekitar 3.400 kubik. Jumlah sampah di Depok terus meningkat karena pertambahan penduduk yang semakin cepat.

Sementera itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan dari 18 UPS yang sudah ada, ada sebagian yang sudah optimal ada juga yang belum. “Kita akan terus mengoptimalkan penggunaan UPS tersebut,” katanya. Dia mengatakan, pihaknya terus memaksimalkan daya kerja setiap UPS untuk mampu mengolah sampah menjadi kompos. Jika dijumlah dengan UPS baru, sedikitnya 600 meter kubik sampah di Depok bisa diolah dan dikurangi. (Ant/rn/OL-01)

Mei 2011

Hanggar UPS Akan Dibangun di UI

 Sumber: http://www.depok.go.id/ 5 Mei 2011

Atas permintaan Universitas Indonesia (UI) tentang penanganan sampah di dalam kampusnya, maka pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok akan membangun satu unit Pengelolaan Sampah (UPS) di lahan milik UI. Demikian dikemukakan H. Ulis Sumardi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, di Depok, Selasa (3/5). Menurutnya pembangunan satu unit UPS di UI, dikarenakan pihak kampus sudah kewalahan dengan banyaknya sampah yang dihasilkan di lingkungan UI.

Ulis melanjutkan, UPS yang akan dibangun di UI akan menampung sampah-sampah untuk warga dilingkungan kampus saja. Untuk pembangunan tersebut, sambung Ulis, pihak UI telah menyiapkan lahan peruntukannya. “Saat ini beban TPA Cipayung harus segera dikurangi, dengan cara membuat hangar UPS dari tempat asalnya. Tidak hanya di UI, DKP Kota Depok akan membangun 14 UPS lain yang tersebar di Kota Depok” ungkapnya.

Mengenai besaran biaya pembangunan, Ulis menjelaskan setiap UPS akan menelan biaya sekitar 400 – 500 juta rupiah. Biaya itu belum termasuk dengan pengadaan mesin pencacah sampah. Ulis berharap agar dengan pembangunan UPS bisa menangani persoalan sampah di Kota Depok yang semakin tahun semakin meningkat.

Juli 2011

UI Akan Dibuatkan UPS Oleh Pemkot

Sumber: http://www.depok.go.id/ 11 Juli 2011 

Makin banyaknya intensitas sampah yang bersumber dari Universitas Indonesia (UI), ternyata mendapat respon cepat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok. Kepala DKP Kota Depok, Ulis Sumardi mengatakan, rencananya tahun ini DKP akan membuat sebanyak 15 unit Pengolahan Sampah (UPS), dan salah satunya di UI. Pasalnya, sampah yang berasal dari UI dinilai cukup banyak, yakni, empat truk sampah setiap harinya. Ia mengatakan, jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan sampah di sekitaran UI bisa mengganggu konsentrasi belajar para mahasiswa. Sebelumnya, sampah dari UI langsuing dibawa ke Tempat Pembuangan akhir (TPA) Cipayung. Tetapi, nyatanya hal tersebut kurang efektif, karena TPA mempunyai batas umur. Karena itu, mulai kini sampah harus melalui UPS, sebelum akhirnya ke TPA. “Secara khusus pihak UI telah meminta dibuatkan UPS oleh DKP,”ungkapnya.

Ulis –sapaannya- menuturkan, pembuatan UPS sebagai cara mengurangi intensitas keberadaan sampah di kota Depok. Sebelumnya, program yang di genjot Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, berupa penangkapan para pembuang sampah dinilai sudah cukup efektif, dengan menangkap rata-rata sekitar sepuluh pembuang sampah di setiap kecamatan. Sementara ini, lanjut dia, program ini masih tahap sosialisasi. Mendatang, jika para pembuangan sampah masih membandel, akan diberikan penindakan siding Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Kalau sudah Tipiring hukumnya jelas,’ucapnya.

Ia mengungkapkan, Kecamatan Tapos masih tertinggi dalam segi penangkapan pembuangan sampah, dan kecamatan Cimanggis terendah. Diharapkan, dengan pembuatan UPS secara missal serta program penangkapan pembuangan sampah, Kota Depok bisa mendapatkan piala Adipura yang gagal diraih pada tahun ini. Sampah merupakan problema disetiap kota dan diperlakukan penanganan secara berkala. “Masalah sampah akan pelan-pelan dibereskan,”singkatnya.

Oktober 2011

NUR MAHMUDI : PEMKOT DEPOK KELOLA SAMPAH BERSAMA UI 

Sumber: http://www.bandungnewsphoto.com/, 5 Oktober 2011

DEPOK – Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail memberikan keterangan pada wartawan terkait pengelolaan sampah bersama UI di Balai Kota Depok, Rabu (5/10/2011). Pemkot telah bekerjasama dengan pihak kampus Universitas Indonesia dalam pengolahan sampah yang berasal dari kampus maupun masyarakat sekitar Kelurahan Pondok Cina dan Kukusan, Depok. Langkah tersebut diwujudkan dalam pembangunan Unit Pengolahan Sampah (UPS). Menurut Nur Mahmudi, UI dapat dijadikan contoh etika dan pengelolaan sampah yang baik. BNP/Praminto Moehayat.

UI Bakal Jadi Percontohan Pengolahan Sampah Skala Kawasan

Marieska Harya Virdhani
Sumber: http://kampus.okezone.com/ 05 Oktober 2011 

DEPOK – Pemerintah Kota Depok membangun Unit Pengolahan Sampah (UPS) di lahan area kawasan kampus Universitas Indonesia (UI). Namun saat ini, hanggar atau UPS yang sudah dibangun di belakang Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) itu masih terbengkalai dan belum selesai.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi mengakui pembangunan tersebut memang belum selesai dan masih berlanjut. Namun, kata dia, pihaknya memilih membangun UPS di UI lantaran adanya sampah yang dihasilkan setiap hari di kampus UI.

“Atas permohonan, permintaan, dan kesepahaman antara UI dan Pemkot, kami bersyukur bahwa UI menaggapi adanya UPS yang dibangun di Depok, karena UI merupakan kawasan kontinuitas produksi sampah di sana. Makanya, kita tawarkan pembangunan itu di sana dan saat ini memang sedang,” kata Nur Mahmudi kepada wartawan, Rabu (5/10/2011).

Nantinya, lanjutnya, UI diharapkan menjadi percontohan pengolahan sampah skala kawasan. Mulai dari memilah sampah, mengolah, dan memanfaatkan sampah. “Kalau nanti sudah selesai dibangun, kami ajukan pada mereka agar SOP yang dimiliki, mulai dari memilah, mengolah, hingga memanfaatkan sampah dari sekitar UI bisa berjalan dengan baik. Harus ditaati, bahkan ada etika pengelolaan sampah untuk para civitas akademika UI. Nantinya, UI akan jadi percontohan pengelolaan skala kawasan,” jelasnya.

Sementara itu Rektor UI, Gumilar R Somantri mengatakan, UPS di UI akan membantu mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok. Gumilar menambahkan, sedikitnya terdapat enam truk sampah setiap hari yang mengangkut sampah dari UI. Dengan adanya UPS, kata dia, maka diharapkan tidak ada lagi sampah yang keluar dari UI.

“Dengan adanya kegiatan pemilahan sampah, nanti akan bisa dimanfaatkan jadi produk yang bermanfaat atau jadi kompos. Jadi bisa mengurangi kapasitas sampah di TPA,” tegas Gumilar.(rhs)

Gandeng UI, Pemkot Depok Bangun UPS

Sumber: http://depoklik.com/ 5 Oktober 2011

Pemerintah Kota Depok berencana akan membangun sebuah Unit Pengolahan Sampah (UPS) di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI). Hal itu bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang diangkut dari UI.

Hal ini dibenarkan oleh Rektor UI Gumilar R Somantri yang mengungkapkan titik UPS direncanakan akan berada di belakang Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Ini berguna untuk membantu mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Dibantu juga dengan kegiatan pemilahan sampah, jadi nanti akan bisa dimanfaatkan jadi produk yang bermanfaat atau jadi kompos, jadi bisa kurangi kapasitas sampah di TPA,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (4/10).

Gumilar menambahkan sedikitnya terdapat enam truk sampah rata – rata setiap hari yang diangkut dari UI. Dengan adanya UPS, kata dia, maka diharapkan tak ada lagi sampah yang keluar dari UI.

“Rencananya sih begitu, tetapi harus ada pembicaraan lanjutan dulu dengan Wali Kota, Nur Mahmudi Ismail,” tandasnya.  Icha

Ul Siap Jadi Percontohan UPS

Berita Kota, 10 Oktober 2011 
Sumber: http://bataviase.co.id/node/831379

DEPOK, BK
Universitas Indonesia (LM) menyatakan siap menjadi percontohan Unit Pengolahan Sampah (UPS). Pernyataan ini disampaikan Rektor LU, Gumilar Rusliua Somantri, menanggapi kerja sama Pemkot Depok mendirikan UPD di Kampus Ul. “Kami menyambut baik kerta sama Pemkot Depok dalam membuat UPS di 11. Nantinya Ul akan menjadi percontohan UPS di dalam kampus, tutur Gumilar, akhir pekan kemarin.

Mcnurut Gumilar, sesuai rencana, lokasi UPS itu dibangun di belakang Politckmk Negeri |akarta (PNJ). Konsep LIPS Itu, sebagai temp.it prmfliiwhin sampah dan kompos, jadi, sampah organik yang datang akan dijadikan kompos, sedangkan sampah an organik akan dipilah dan kemudian dijual hari, sampah di Ul yang diangkut ke TPA Cipayung sebanyak enam truk. Bila UPS dibangun, harapkan sampah Ul nol dan itu mengurangi beban TPA,” turumyi

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail membenarkan Jika Pemkot Depok mcngaiak l | bekerja sama membuat UPS di kampus Ul. “Alhamdulillah, jika LM merespon baik kerja sama ini. Ini sebagai upaya mengurangi beban TPA,” paparnya.

Direktur PNJ, Jhony Soedarsono juga menyambut baik kerja sama itu. PNJ, ungkapnya, memiliki program studi Ol pUstik Mahasiswi DI, belajar mengenai pengolahan plastik dan aplikasinya. PNJ juga turut terlibat dalam pembangunan UPS di Jalan Jawa, Beji. H.isilma bersih dan tidak bau,” ujarnya, dh

 juli 2012

DKP uji coba UPS UI

Oleh M Jaya Kamarullah | http://www.monitordepok.co.id/ 12 Juli 2012

MARGONDA, MONDE: Menjelang lauching sekitar 18 Unit Pengelolaan Sampah (UPS) oleh Walikota Depok sebelum Agustus tahun ini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok bersama perwakilan Universitas Indonesia, kemarin, mengadakan uji coba pengoperasian UPS di kawasan UI.

Kepala Seksi Operasional Pengelolaan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Kasi OPP DKP) Kota Depok Burhanuddin membenarkan, uji coba pengoperasian UPS di kawasan UI yang dimulai kemarin dan akan dievaluasi hasilnya pada 14 Juli mendatang.

“Ya, benar. Hari ini (kemarin-red) sampai hari Sabtu mendatang diadakan uji coba pengoperasian UPS UI,” kata Burhanuddin kepada Monde saat dihubungi via ponsel, kemarin.

Uji coba pengoperasian UPS UI dilakukan DKP bersama UI masing-masing dihadiri oleh Kepala DKP Kota Depok Ulis Sumardi, Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DKP Rahmat Hidayat bersama jajarannya, sementara perwakilan UI diantaranya Dr Djoko M Hartono, Ismail Sumawijaya dan Nova Handayani.

Uji coba pengoperasian setiap hari selama dua jam yang dimulai pukul 09.00-12.00, menurut Burhanuddin, bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan selama UPS beroperasi, efektivitas pengelolaan sampah dan standar operasional prosedur (SOP) atau skema pengelolaan UPS.

“Hasil uji coba ini nantinya dievaluasi kembali pada hari Sabtu mendatang,” kata Burhanuddin.

Uji coba pengoperasian UPS ini, diakui Burhanuddin, sebagai persiapan menjelang launching sekitar 18 UPS se Kota Depok yang akan dilakukan langsung oleh Walikota Depok paling lambat Agustus mendatang.

“Ya, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya launching UPS lain di Depok dapat dilaksanakan paling lambat Agustus,” pungkas dia.(mj)

Januari 2014

UPS Terpadu di UI Depok Bikin Bau

Sumber: http://news.liputan6.com/ 09 Januari 2014 09:12

Citizen6, Depok: Bau sampah busuk menusuk bercampur bau kimia yang tak sedap itu menari-nari di udara di sekitar gedung Z Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Kampus Baru UI, Depok. Ada apa ini? Siapa pemilik dan pencipta bau sampah ini? Darimana datangnya? Sejak kapan bau ini hadir dan kapan bau ini akan hilang? Kenapa bau ini bisa ada? Apa yang terjadi? Pertanyaan-pertanyaan itu ramai berlarian mencari jawaban yang tak dapat dijumpai dalam benak kita dan kini menari bersama udara kampus yang tercemar.

09012014-ups

Siapa yang belum tau isu hangat menjelang panas yang menjadi perhatian khusus penghuni kampus PNJ. Khususnya mahasiswa di gedung Jurusan TGP yang bersebelahan dengan gedung tanpa nama yang ternyata merupakan Unit Pengolahan Sampah (UPS). Mahasiswa di jurusan TGP-lah yang pertama menyadari keberadaan dan beroperasinya UPS. Bagaimana tidak? Polusi udara yang ditimbulkan saat proses pengolahan sampahnya dirasakan langsung oleh penghuni gedung jurusan TGP di kampus Politeknik Negeri Jakarta.

UPS yang terletak di sisi kanan Jln. Prof. Dr. Siwabessy merupakan UPS milik UI, satu-satunya akses menuju kampus hijau PNJ. UPS ini dibangun oleh Pemkot Depok yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia. UPS dibangun dalam rangka realisasi Pemkot Depok ‘Menuju Depok Bersih’. Langkah yang diambil Pemkot Depok adalah dengan membangun 13 UPS baru di Depok, salah satunya adalah di area Kampus Baru UI.

Universitas Indonesia ternyata merupakan salah satu penyuplai sampah terbesar di Kota Depok, 30-35 m³/hari adalah volume sampah yang disumbangkan. Angka yang besar dan mencengangkan, setara dengan volume sampah/hari se-kecamatan. Sebelum berdirinya UPS di depan PNJ, sampah yang dihasilkan UI dibuang ke UPS di daerah Cipayung. Volume sampah UI begitu tinggi, akhirnya dibangunlah UPS Universitas Indonesia tepat di depan PNJ.

09012014-ups1

Suku Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Depok adalah pihak ke-1. Universitas Indonesia adalah pihak ke-2. Dan tahukah anda? Ada pihak ke-3 yang terjun langsung dalam pengelolaan dan pengolahan sampah di UPS UI? Siapakah pihak ke-3? PT. Alam Sanita Mandiri, Perusahaan Outsourcing inilah yang bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Depok dalam pengolahan sampah di Depok. UI selaku pihak ke-2 berperan sebagai penyedia lahan dan penyuplai sampah serta memonitori volume sampah yang masuk ke UPS setiap harinya. Pihak ke-1, Pemkot Depok berperan dalam pembangunan gedung dan pengadaan alat serta bertanggung jawab atas pendanaan untuk UPS UI.

Pemkot Depok dan UI mencapai kata sepakat dalam pembangunan UPS yang katanya ‘beda dengan UPS di luar kampus’. Dibuatlah masterplan mitra kerjasama antara kedua belah pihak. Adanya lahan dan biaya pembangunan serta pengadaan alat, UPS UI yang terletak tepat di depan PNJ pun berdiri. Paska pembangunan UPS, Pemkot Depok, Perusahaan outsorcing dan Pihak UI yang terdiri dari Profesor-profesor Dosen Lingkungan Hidup di UI dan beberapa mahasiswa UI Fakultas MIPA hadir dalam uji kelayakan mesin untuk UPS yang ‘beda dengan UPS di luar kampus’ atau lebih dikenal dengan ‘UPS TERPADU’.

Uji kelayakan meliputi polusi suara (angka kebisingan mesin), polusi udara (aroma tidak sedap) saat proses pengolahan sampah. Semua lolos uji kelayakan di uji coba mesin. Hitung-hitungan volume sampah pun sudah dilakukan sejak awal. Di area gedung UPS terdapat gedung bercat putih yang dipersiapkan untuk jadi ‘Laboratorium’ namun sampai sekarang gedung itu terbengkalai. Sangat disayangkan, setelah lolos Uji coba dan kelayakan, Perusahaan Outsorcing menggunakan mesin yang berbeda dengan yang sekarang beroperasi.

Saat ini mereka menggunakan Mesin ‘Incinerator’, keberadaannya dilarang namun mereka mengoperasikannya. Padahal mesin ini menghasilkan polusi udara yang diluar batas normal dan sangat berbahaya untuk lingkungan. Penggunaan mesin tidak diketahui Pemkot Depok dan UI. Setelah UI mendapat kabar terbaru dari Pak Rafi’i Pemonitor sampah UI, Ahli Teknik Lingkungan (Dosen UI) mengetahui keberadaan mesin ini dan beliau ‘menolak keras’ penggunaan ‘Incinerator’.

Banyak yang ditutup-tutupi setelah UI mengetahui penggunaan mesin yang dilarang. Akses pemonitor UPS UI pun sebatas pendataan volume sampah yang masuk ke UPS, hanya itu. Dari awal belum ada kesepakatan yang jelas mengenai mesin pengolahan sampah yang disetujui kedua belah pihak. MOU dan lembar kerjasama yang sudah ada sejak awal berdirinya UPS dipertanyakan. MOU ternyata sedang dalam perbaikan bulan Oktober lalu. Memasuki awal bulan November perbaikan MOU seharusnya sudah selesai namun sampai saat ini belum bisa dilihat oleh pihak mahasiswa UI maupun PNJ yang ternyata masih draft perbaikan MOU.

Sebelumnya isu UPS UI pernah dimuat di salah satu media cetak dengan redaksional Pihak ke-3 atas nama PT. Sagita bukan PT. Alam Sanita Mandiri. Sedangkan produk yang dihasilkan berupa kompos, didistribusikan bukan atas nama PT. Sanita Alam Mandiri atau PT. Sagita melainkan PT. Pandawa. Tidak hanya itu, mengenai pembayaran pihak ke-3 pun tidak ada yang tau. Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK) UI menyatakan bahwa tidak ada aliran pos dana pembayaran untuk pihak ke-3. Dan sampai saat ini UPS UI masih belum diresmikan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan(DKP) Pemkot Depok.(kw)

Penulis:
Ashma Mardhiyatu Musyaffa
Depok, mardhiyatuashxxx@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s